Pojokkiri.com

Karena Api Membumbung Sangat Tinggi …

Pesan Budaya dari Geni Langit (1)

 

Membaca nama desa ini saya berfikir, bagaimana ya asal usul hingga desa ini diberi nama Geni Langit? Geni artinya api, langit sudah pasti langit (angkasa). Geni Langit adalah nama sebuah desa di Kabupaten Magetan. Tepatnya, di wilayah Kecamatan , Poncol. Lokasinya di lereng Gunung Lawu sehingga udaranya sejuk dan segar. Gunung Lawu berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, mencakup tiga wilayah yaitu Kabupaten Karanganyar (Jawa Tengah), Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan (Jawa Timur).  Tinggi gunung mencapai  3.265 meter, ketinggian relatif: 3.118 meter, dan Meletus terakhir kali pada tahun 1885.

Sabtu lalu, Desa Geni Langit merayakan ulang tahun ke -236 alias desa ini terbentuk pada tahun 1783. Ulang tahun  bukan tahun masehi, tapi ulang tahun diadakan memakai kalender Jawa. Sedangkan peringatan ulang tahun diadakan setiap bulan Suro atau bulan Muharram (Islam).

Bila kita baca sejarah, sekitar tahun tersebut, sekitar tahyun 1741  – 1743 terjadi Perang Jawa di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Yakni, perang masyarakat Jawa Bersama Tionghoa melawan pasukan Belanda. Perang ini dimenangkan oleh pasukan Belanda hingga Kasultanan Mataram jatuh dan dibagi menjadi Yogyakarta dan Surakarta.

Diperkirakan, para pendiri Desa Geni Langit adalah sisa-sia pejuang Mataram yang menolak tunduk pada  pasukan Belanda yang telah berkolabirasi dengan penguasa Mararam. Kabarnya, saat mereka membuka alas (hutan) untuk dijadikan lahan pertanian dan pemukiman, terkumpul kayu dan rerumputan yang sangat banyak. Saat dibakar, api membumbung tinggi hingga tak terlihat dengan jelas oleh mata. Warga menyebutnya api membumbung sampai langit.

Yang menarik, sebagian warga Desa Geni Langit ada yang memeluk Hindu dan Budha. Mereka pun mengadakan upacara Tri Suci Waisak bagi umat Budha, dan upacara Gulungan bagi warga Hindu. Mereka pun hidup dalam damai dan tentram.

Tanah desa Geni Langit memang menghampar dengan aneka hasil perkebunan. Tanaman ini memang khas untuk daerah pegunungan. Melimpahnya hasil bumi pun membuat warga makin kreatf, yakni memunculkan pakaian batik motif tanaman dan buah-buahan.

Untuk mencapai desa ini memang harus melewati jalan berkelok, di antara tanaman kebun di kanan dan kiri jalan.  Pengendara pun harus hati-hati banyaj pereng pegunungan, bahkan terdapat celuk di antara pegunungan itu menjadi jurang yang sangat dalam. (bersambung)

Berita Terkait

Kemeriahan Napak Tilas Ngumpatan Sejarah Pemerintahan Magetan

Wisata Selfie dan Pohon Sarangan

adminkiri01

Proyek Sontoloyo