
Surabaya, Pojokkiri.com – Momentum Hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap tanggal 10 November, Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya, S.I.K., M.M., bersama seluruh staf dan Bhayangkari, menyampaikan ucapan selamat sekaligus ajakan untuk meneladani semangat para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pesan bertema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”, AKBP Galih menegaskan pentingnya menjaga api perjuangan para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan Indonesia.
Ia mengajak seluruh anggota kepolisian dan masyarakat Surabaya untuk terus menanamkan nilai-nilai patriotisme, kejujuran, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas dan kehidupan bermasyarakat.
“Semangat para pahlawan bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus menjadi inspirasi dalam bekerja, melayani, dan berbuat baik bagi bangsa,” ujar AKBP Galih dalam pesannya yang disampaikan bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional di Surabaya.
Menurutnya, nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan merupakan fondasi utama dalam membangun karakter bangsa yang tangguh. Sebagai garda terdepan dalam pelayanan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya berkomitmen untuk terus mengabdi dengan semangat pengabdian tanpa pamrih, sebagaimana yang dicontohkan oleh para pahlawan terdahulu.
AKBP Galih juga menekankan bahwa perjuangan di masa kini tidak lagi dilakukan dengan senjata, melainkan melalui tindakan nyata seperti menjaga ketertiban, menegakkan hukum, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Setiap langkah kecil yang kita lakukan untuk kebaikan bersama adalah bentuk perjuangan masa kini,” tambahnya.
Momentum Hari Pahlawan diharapkan menjadi refleksi bagi seluruh elemen masyarakat agar terus meneladani sikap rela berkorban, bekerja keras, serta menjaga persatuan bangsa.
Sebagai penutup, AKBP Galih Bayu Raditya menyampaikan pesan inspiratif: “Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan semangat pengabdian dan cinta tanah air. Jadilah pahlawan di lingkungan kita masing-masing.” pungkasnya (sul).

