
Situbondo, Pojok Kiri
Ada sedikitnya 10 situs makam keramat di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo/kota yang hingga saat ini masih dirawat dan dijaga dengan baik oleh warga setempat. Selasa, (7/1/2025). Bahkan, situs makam keramat tersebut ramai dikunjungi oleh peziarah, baik itu dari desa setempat maupun yang datang dari luar daerah.
Mereka meyakini, dengan bermunajat di situs makam keramat itu hajat atau keinginannya diijabah oleh Allah Swt. Bukan berarti meminta kepada situs makam keramat itu, namun mereka hanya menjadikan lantaran atau perantara dengan berdoa di tempat yang penuh barokah doanya dikabulkan oleh sang pencipta Allah Swt.
Kepala Desa Kotakan H. Saiful Iman, mengatakan situs makam keramat yang ada di desanya itu hingga saat ini masih terawat dengan baik oleh warga setempat. Setiap ada kegiatan desa, situs makam keramat sering kali dijadikan tempat acara kegiatan keagamaan.
Dengan alasan itulah, bersama warga, tokoh agama dan masyarakat Pemdes Kotakan berkomitmen untuk melestarikan situs makam keramat tersebut dengan dijadikan sebagai tempat wisata religi di kota Santri.
Adapun nama-nama situs makam keramat di Desa Kotakan diantaranya, Den Bagus, Juk Gibeng, Juk Miarsa, Juk Kasihan, Raja Jimat, Juk Ranjang (Ranjang Patih), Juk Rokem, Juk Lanceng, Juk Sari dan petilasan Syekh Maulana Ishak yang semuanya ada di Desa Kotakan.
Dalam pemberitaan sebelumnya diketahui, warga Desa Kotakan, bergotong-royong membuka akses jalan menuju makam keramat Jujuk Nurkasihan yang berada di Dusun Kotakan Selatan.
Konon, Jujuk Nurkasihan adalah tokoh sepuh yang dipercayai sebagai pembabat tanah di desa tersebut.Tak heran, jika hingga saat ini makamnya sering diziarahi oleh berbagai kalangan masyarakat yang datang dari berbagai daerah. Mereka menyakini dengan bermunajat, tawassul di makam keramat itu segala hajatnya dikabulkan oleh Allah Swt.
Tak hanya itu saja, mereka juga meyakini Jujuk Nurkasihan sang pembabat tanah sangat berjasa bagi kehidupan masyarakat. Sebab, semasa hidupnya sudah banyak berbuat bagi keberadaan Desa Kotakan. Karena jasa-jasa itulah, warga bersama pemdes setempat ingin melestarikan makam Jujuk Nurkasihan sebagai wujud kecintaannya. (Inul)

