Pojokkiri.com

Minim Fasilitas dan Penerangan, Wisata Taman Telaga Dapur Butuh Atensi Pemda Lamongan

 

Gapura Taman Telaga Dapur Sidokumpul Lamongan.(foto-foto: Zainul Lutfi for Pojok Kiri

Lamongan, Pojok Kiri.com-Taman Telaga Dapur yang berlokasi di Dapur Barat, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan, sebenarnya memiliki potensi besar sebagai paru-paru kota sekaligus destinasi wisata gratis. Namun, pantauan Harian Pagi Pojok Kiri pada Selasa (7/4/2026), menunjukkan kondisi wisata hutan kota ini sepi peminat akibat minimnya inovasi infrastruktur.

Hingga pukul 10.00 WIB, sarana yang tersedia hanya berupa tempat duduk beton permanen dan tiga unit gazebo beratap rangka besi. Padahal, dengan luas lahan yang memadai, pengelola seharusnya bisa menambah fasilitas ramah anak seperti perosotan, ayunan, hingga pemasangan air mancur untuk daya tarik visual.

Meski fasilitas penunjang minim, area telaga tetap menjadi primadona bagi para mancing mania. Antok, seorang pemancing asal Deket Wetan, mengaku puas dengan hasil tangkapannya di lokasi ini.

“Alhamdulillah, di Taman Telaga Dapur ini (ikannya) ciamik-ciamik. Baru satu jam mancing sudah dapat ikan jaer dan bandeng yang ukurannya lumayan besar. Sayang masih jarang pemancing yang tahu atau datang ke sini,” ujar Antok saat ditemui di lokasi.

Rawan Tindakan Asusila dan Kriminalitas
Selain masalah fasilitas hiburan, masalah keamanan menjadi sorotan tajam warga sekitar. Pak Tikno, warga Kaliotik, mengeluhkan kurangnya penerangan jalan, terutama di akses pintu masuk taman. Kondisi rimbun dan gelap saat malam hari disinyalir sering disalahgunakan untuk tempat pacaran.

“Lampunya harus ditambah. Kalau gelap, tempat serindang ini sering dijadikan lokasi mesum oleh anak muda,” tegas Pak Tikno.

Ia juga mengingatkan kembali tragedi kelam yang terjadi pada Senin pagi, 16 Juni 2025 tahun lalu. Kala itu, warga digemparkan dengan penemuan seorang remaja pria yang tergeletak tidak sadarkan diri dengan luka-luka akibat tindak kejahatan kelompok anak punk.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan atau instansi terkait segera turun tangan melakukan perbaikan fasilitas dan menambah titik lampu penerangan. Langkah ini dinilai mendesak untuk menghidupkan kembali ekonomi lokal sekaligus meminimalisir potensi tindak asusila dan kriminalitas di jantung kota Lamongan.(lut)

 

Editor: Zainul Lutfi

Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri