
Situbondo, Pojok Kiri
Nasim Khan Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB asal Dapil III Jawa Timur, meliputi daerah pemilihan Kabupaten Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi, meninjau pengerjaan proyek Tol Prosiwangi di Situbondo. Minggu, (25/5/2025). Dalam peninjauanya,
di eksit Tol Prosiwangi Barat (Tol Seksi 3) yang berada di Desa Ketah, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, tampak aktivitas pengerjaan proyek masih berlangsung.
Sebelumnya, Bang Nasim sapaan akrabnya telah mengusulkan perubahan nama Tol Probowangi menjadi Tol Prosiwangi. Menurutnya, nama baru tersebut dinilai lebih representatif karena mencakup tiga wilayah yang dilintasi jalan tol tersebut, yakni Probolinggo, Situbondo dan Banyuwangi. Usulan nama baru itu telah masuk dalam tahap pembahasan di Kementerian PUPR dan PT Jasa Marga.
” Kenapa masih pakai nama Probowangi? Gimana pak menteri, harusnya sudah diganti jadi Prosiwangi, ” katanya.
Selain itu, Bang Nasim juga mengatakan jika usulan perubahan nama tol bukanlah hal baru. Sejak awal pembangunan Seksi 1 Tol Probowangi di Pasuruan, ia sudah menyuarakan agar nama yang digunakan lebih mencerminkan kontribusi wilayah yang dilintasi, khususnya Situbondo yang telah menyumbangkan sekitar 60 persen dari total panjang jalan tol tersebut.
” Sejak kunjungan kerja saat dimulainya pembangunan Seksi 1,saya sudah usulkan agar namanya diubah menjadi Probowangi. Bayangkan, dari total 150 kilometer, jalur terpanjang yang dilintasi berada di Situbondo. Saat ini saja sudah terbangun sekitar 30 kilometer, ” terangnya.
Dengan usulan perubahan nama Tol Probowangi menjadi Tol Prosiwangi, sontak mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan masyarakat di kota Santri. Pemerintah Kabupaten Situbondo, DPRD Situbondo hingga anggota DPRD Jawa Timur, mendukung penuh adanya perubahan nama jalan tol tersebut. Proses perubahan nama kini dalam tahap finalisasi administrasi di Kementerian PUPR dan Jasa Marga.
Sementara itu, Arik Kurniawan pihak proyek Seksi 3 Tol Probowangi, kepada sejumlah wartawan menyampaikan jika pengerjaan proyek jalan tol tesebut sudah mencapai 72 persen. Ditargetkan pada Desember 2025, ruas tol ini sudah dapat digunakan untuk aktivitas lalu lintas.
Diketahui, Tol Prosiwangi digadang-gadang menjadi salah satu jalan tol terindah di Indonesia. Alasannya, karena jalan tol di kota Santri ini dapat menyuguhkan panorama pengunungan, pemandangan laut di pesisir utara dan melewati komplek PLTU Paiton-Probolinggo. (Zm/Inul)

