Pojokkiri.com

Retakan Tebing Sitiarjo Kian Mengkhawatirkan, Siadi Desak Mitigasi Cepat Sebelum Jatuh Korban

​

Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Siadi

Malang, Pojok Kiri.Com,-Ancaman bencana tanah longsor kian membayangi kawasan selatan Kabupaten Malang. Tebing setinggi 150 meter di kawasan Perhutani, sebelah timur Dusun Krajan Wetan, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, terpantau mengalami retakan yang terus melebar dan menganga.

Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Siadi, memberikan perhatian serius terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah-wilayah rawan longsor di Kabupaten Malang menjelang peralihan musim.

​Siadi menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama instansi terkait harus bergerak cepat melakukan langkah-langkah mitigasi konkret guna menghindari jatuhnya korban jiwa. “Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar lereng maupun jalur rawan longsor seperti di Sitiarjo, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra seiring mulai memasuki musim hujan. Langkah antisipasi dini dan kesiapsiagaan kolektif jauh lebih penting untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban,” ujar Siadi saat dimintai tanggapan, Senin (26/10/2026).

​Politisi Golkar tersebut juga mendorong BPBD dan aparat setempat agar tidak hanya fokus pada pendataan warga terdampak, melainkan juga menyiapkan skema jalur evakuasi yang jelas serta rambu-rambu peringatan dini (early warning system) di titik-titik krusial.

​”Kawasan selatan Malang memiliki kontur geografis yang sangat rentan terhadap pergerakan tanah saat curah hujan tinggi. Koordinasi lintas sektor antara Pemkab Malang, pemerintah desa, relawan, hingga tingkat provinsi harus terus diperkuat agar penanganan darurat dapat berjalan cepat dan terpadu,” jelasnya.

Ditambahkan olehnya, dirinya berharap BPBD setempat untuk terus menggencarkan sosialisasi kepada warga agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.

” Masyarakat diminta untuk segera melapor kepada aparat setempat apabila mendapati adanya perluasan retakan susulan atau tanda-tanda pergerakan tanah, serta menghindari aktivitas di sekitar zona merah tebing rawan longsor tersebut,”tandasnya.

​Berdasarkan hasil pemantauan lapangan menggunakan drone oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, retakan tersebut membentang sepanjang kurang lebih 100 meter. Lebar celah retakan kini mencapai 2 meter dengan ketebalan sekitar 5 meter serta tingkat kemiringan tebing berkisar antara 30 hingga 90 derajat.

​Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam. Pasalnya, lokasi retakan yang pertama kali terdeteksi sejak 2019 silam ini berada di jarak sekitar 400 meter dari permukiman warga. Jika terjadi longsoran besar, potensi ancaman dapat berdampak langsung pada warga di RT 3, RT 4, RT 5, dan RT 6, RW 01, Dusun Krajan Wetan. Hingga kini, pihak berwenang bersama pemerintah desa masih melakukan pendataan jumlah kepala keluarga (KK) yang masuk dalam zona rawan . (Wan)