
Kediri, Pojokkiri.com.–
Suasana berbeda tampak sejak pagi di sejumlah kantor Bank Jatim, Selasa (12/5/2026). Ribuan warga Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri berbondong-bondong memadati lokasi pencairan dana kompensasi dampak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok yang akhirnya resmi dicairkan pemerintah.
Antrean panjang mengular. Warga datang dengan penuh harap, membawa buku tabungan dan berkas persyaratan demi memastikan bantuan yang selama bertahun-tahun dinantikan itu benar-benar masuk ke rekening mereka. Momentum ini menjadi hari yang sangat emosional bagi masyarakat terdampak TPA Klotok.
Bagi warga, kompensasi tersebut bukan hanya soal uang. Bantuan itu dianggap sebagai bentuk pengakuan pemerintah atas dampak lingkungan, kesehatan, dan sosial yang selama ini mereka rasakan akibat aktivitas gunungan sampah di TPA Klotok.
Tangis haru, rasa lega, hingga ucapan syukur pun mewarnai proses pencairan bantuan tersebut.
“Alhamdulillah, sudah senang saja, semoga berkah,” ujar Ampri (52), warga RT 17 RW 04 Kelurahan Pojok kategori Ring 1 dengan wajah sumringah usai mencairkan bantuan.
Ia berharap pencairan kompensasi ini menjadi akhir dari berbagai gejolak yang selama ini sempat memanas antara warga dan pemerintah.
“Harapan ke depan ya terus lancar, enggak ada kendala sama sekali. Enggak demo-demo seperti yang kemarin-kemarin. Sudah puas. Saya alhamdulillah sudah dikasih rezeki, semoga berkah rezekinya,” tambahnya.
Namun di balik rasa syukur warga, kritik terhadap dampak TPA Klotok tetap menggema. Tami Kristiani (46), warga Perumahan Wilis 2 kategori Ring 3, menilai nominal bantuan masih belum sebanding dengan dampak kesehatan yang dirasakan masyarakat setiap hari.
“Uang sekian apa cukup buat beli masker satu tahun? Kan ya enggak cukup. Tapi ya enggak apa-apa daripada enggak dapat,” katanya lugas.
Meski begitu, ia tetap mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kediri yang dinilai mulai menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga sekitar TPA.
Tahun ini, Pemerintah Kota Kediri mencatat sebanyak 3.315 kepala keluarga (KK) menerima kompensasi dampak TPA Klotok. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 3.290 KK.
Tak hanya jumlah penerima yang bertambah, nominal bantuan juga melonjak signifikan. Warga Ring 1 menerima Rp1.852.208 per KK atau naik hingga 48,18 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara warga Ring 2 menerima Rp747.879, Ring 3 sebesar Rp587.619, dan Ring 4 sebesar Rp293.810 dengan kenaikan masing-masing mencapai 6,84 persen.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Kediri, Endang Kartikasari, menegaskan pencairan kompensasi dilakukan melalui tahapan panjang dan ketat karena menggunakan anggaran APBD.
“Selama ini Pemkot Kediri tidak tinggal diam. Karena menggunakan APBD, proses penetapan kompensasi dampak TPA harus melalui tahapan dan prosedur yang sesuai aturan,” tegasnya.
Kajian kompensasi dilakukan bersama tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan mempertimbangkan berbagai aspek mulai lingkungan, kesehatan, ekonomi, sanitasi, hingga kondisi sosial masyarakat terdampak.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Kediri, Indun Munawaroh, menjelaskan penentuan zona Ring 1 hingga Ring 4 masih mengacu pada Peraturan Wali Kota yang berlaku.
Ia menyebut sedikitnya ada sembilan variabel yang menjadi dasar penentuan wilayah terdampak, mulai dari faktor lingkungan, ekonomi, sosial, hingga dampak langsung terhadap masyarakat.
“Lima aspek ini yang menjadi pertimbangan teman-teman ITS sampai pada kesimpulan menaikkan kompensasi,” jelas Indun.
Di tengah pencairan kompensasi, Pemkot Kediri juga mulai menyiapkan strategi besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPA Klotok. Pemerintah mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pemilahan sampah rumah tangga, penguatan bank sampah, pembangunan TPS 3R, hingga rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan sampah tidak terus menjadi “bom waktu” bagi masyarakat sekitar TPA.
Kini, setelah penantian panjang yang sempat memicu aksi protes dan keresahan warga, dana kompensasi akhirnya cair. Meski belum sepenuhnya menjawab seluruh persoalan, bantuan itu setidaknya menjadi secercah harapan baru bagi ribuan warga yang selama ini hidup berdampingan dengan gunungan sampah TPA Klotok. (wan)

