Pojokkiri.com

Libur Panjang Lia Istifhama Soroti Sistem One Way di Jalur Wisata Agar Tidak Membebani Wisatawan

Lia Istifhama one way jalur wisata

Bogor Pojokkiri.com – Momentum libur panjang atau long weekend selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menuju berbagai destinasi wisata. Lonjakan kendaraan yang kerap terjadi di sejumlah jalur favorit wisata memang membutuhkan strategi pengaturan lalu lintas yang tepat. Namun, kebijakan tersebut dinilai tidak boleh diterapkan secara kaku.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan bahwa penerapan sistem one way di jalur wisata perlu dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan.

Menurutnya, rekayasa lalu lintas seperti one way memang memiliki fungsi penting untuk mengurai kepadatan kendaraan, khususnya di kawasan wisata yang rawan macet saat libur panjang. Meski demikian, kebijakan tersebut seharusnya hanya diberlakukan ketika volume kendaraan benar-benar mengalami peningkatan signifikan.

Lia menilai, jika arus kendaraan masih dalam kategori normal, penerapan sistem satu arah justru berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

Prioritas Utama Adalah Kenyamanan Pengguna Jalan

Senator asal Jawa Timur yang akrab disapa Ning Lia itu menekankan bahwa kebijakan lalu lintas pada dasarnya dibuat untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, bukan malah membuat perjalanan menjadi lebih panjang dan melelahkan.

Ia mengingatkan agar wisatawan tidak sampai menghabiskan terlalu banyak waktu di jalan akibat pengaturan arus yang kurang fleksibel. Sebab, esensi berwisata adalah mencari suasana segar dan pengalaman menyenangkan bersama keluarga maupun kerabat.

Dalam keterangannya, Lia menyampaikan bahwa perjalanan wisata seharusnya memberi ruang bagi masyarakat untuk menikmati waktu libur, bukan justru terkuras energinya akibat kemacetan atau pengaturan lalu lintas yang tidak proporsional.

Aspek Psikologis Wisatawan Juga Perlu Diperhatikan

Selain persoalan teknis lalu lintas, Lia turut menyoroti aspek psikologis wisatawan yang sering kali luput dari perhatian saat kebijakan one way diberlakukan.

Menurutnya, pengalaman perjalanan yang terlalu melelahkan dapat memengaruhi minat masyarakat untuk kembali berwisata pada masa mendatang. Libur panjang semestinya menghadirkan pengalaman positif, mulai dari perjalanan berangkat hingga kembali ke rumah.

Ia juga menilai penerapan sistem one way yang berlangsung terlalu lama dapat membatasi mobilitas wisatawan saat perjalanan pulang. Padahal, banyak masyarakat memanfaatkan waktu tersebut untuk singgah menikmati kuliner khas daerah atau mengunjungi destinasi lain di sekitar lokasi wisata.

Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi kualitas pengalaman wisata secara keseluruhan.

Lia mendorong agar penerapan sistem one way dilakukan dengan pendekatan yang lebih adaptif, berbasis data volume kendaraan secara real-time, serta mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan.

Dengan model kebijakan yang fleksibel dan terukur, menurutnya, pemerintah maupun aparat dapat menjaga kelancaran arus kendaraan tanpa harus mengorbankan kenyamanan wisatawan.

Ia berharap kebijakan pengaturan lalu lintas selama libur panjang dapat lebih presisi, tidak semata menjadi rutinitas setiap akhir pekan panjang, tetapi benar-benar menyesuaikan kebutuhan.

Menurut Lia, pengawasan yang optimal serta evaluasi berkala sangat diperlukan agar kebijakan rekayasa lalu lintas tetap efektif sekaligus humanis.

Menutup pernyataannya, Lia mengingatkan agar momen long weekend yang seharusnya menjadi waktu berkualitas bagi masyarakat tidak berubah menjadi pengalaman melelahkan akibat pengaturan perjalanan yang kurang tepat sasaran (sul).

Berita Terkait

Video Lia Istifhama Juara DPD Award 2025, Jatim Bangga

Jatim Kembali Juara Nasional SNBP & KIP-K 2026, Lia Istifhama Apresiasi Kepemimpinan Khofifah

Long Weekend Polisi Gelar Patroli di Beberapa Titik Rawan Kejahatan

sukoto pojokkiri.com