Jasad Samad Nur Koyin, sopir truk meninggal mendadak dalam kabin kendaraannya, Senin (7/8/2023 siang.(Foto:Istimewa/Pojok Kiri.com)

Jasad Samad Nur Khoyin dibawah ke RSUD Ngimbang.(Foto:Istimewa/Pojok Kiri.com)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Area parkir pabrik gula Kebun Tebu Mas di Dusun Sambirejo, Desa Sidokumpul, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan geger.
Samad Nur Koyin (42), seorang sopir truk tebu asal Dusun Sumber Mulyo, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, ditemukan meninggal dunia di dalam truknya pada Senin (7/8/2023).
Kapolsek Sambeng, Polres Lamongan, Iptu Suroto mengatakan, korban kali pertama ditemukan oleh Erik, warga setempat sedang berjaga dan mengatur antrean truk untuk ditimbang sekitar pukul 11.00 WIB.
Ketika Erik menyuruh truk yang dikemudikan oleh Samad untuk maju, truk tersebut tidak bergerak.
“Lalu saksi mendekati truck tersebut dan mendapati sopir sedang tidur. Kemudian saksi membangunkan korban namun tidak bergerak. Selanjutnya saksi mengecek denyut nadi namun tidak bergerak,” terang Iptu Suroto.
Dalam upaya memastikan kondisi korban, Erik meminta bantuan dari rekan sopir untuk memastikan kondisi korban.
Sayangnya, korban sudah dalam keadaan yang tak bernyawa. Erik segera melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan pabrik, dan selanjutnya ke Polsek Sambeng.
“Hasil pemeriksaan luar mayat oleh tenaga medis RSUD Ngimbang tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Mayat korban masih dalam keadaan utuh, namun tubuhnya sudah mengalami pembiruan,” ungkapnya.
Meskipun pihak Polsek Sambeng menganjurkan dilakukannya otopsi untuk memastikan penyebab kematian, lanjut Iptu Suroto, pihak keluarga korban menolak dan tidak bersedia untuk melaksanakan prosedur otopsi tersebut.
“Keluarga korban menolak dan tidak bersedia dilakukan otopsi mayat. Surat keterangan penolakan dari keluarga korban sebagai bukti penolakan,” tandasnya.(lut)

