Pojokkiri.com

Sinergi Pusat dan Daerah, Kemendukbangga/BKKBN Jatim Sinkronkan Program Prioritas di Rakorda 2026

Sinergi Pusat dan Daerah, Kemendukbangga/BKKBN Jatim Sinkronkan Program Prioritas di Rakorda 2026

Surabaya Pojokkiri.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan program Bangga Kencana di tahun 2026.

Langkah ini tidak hanya menjadi agenda formal, melainkan bagian dari strategi besar untuk memastikan kesejahteraan keluarga dan masa depan generasi muda dapat terjamin secara berkelanjutan.

Dalam pertemuan strategis yang digelar di Surabaya, berbagai pemangku kepentingan dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama keberhasilan program pembangunan keluarga.

Forum ini dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi menyeluruh terhadap capaian program sebelumnya sekaligus merumuskan strategi yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Sukamto, S.E., M.Si, menegaskan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari kerja sama yang solid di semua lini pemerintahan.

“Keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Dampaknya sudah mulai dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Sukamto.

Salah satu capaian signifikan yang berhasil diraih adalah angka Total Fertility Rate (TFR) Jawa Timur yang mencapai 1,96. Angka ini menunjukkan keberhasilan dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk secara berkualitas.

Capaian tersebut menjadi indikator penting bahwa program Bangga Kencana mampu berjalan efektif dalam mendorong keluarga yang lebih terencana dan sejahtera.

Selain TFR, Jawa Timur juga menunjukkan progres positif dalam menekan angka stunting. Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting berhasil ditekan hingga mencapai 14,7 persen.

Namun demikian, perhatian khusus masih difokuskan pada beberapa wilayah yang memiliki angka stunting relatif tinggi, seperti kawasan Tapal Kuda dan sebagian Malang Raya.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur menekankan bahwa stunting merupakan persoalan kompleks yang tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi.

Faktor lain seperti pernikahan usia dini, pola asuh, hingga kurangnya edukasi kesehatan turut berkontribusi terhadap tingginya risiko stunting.

Pendekatan multisektoral menjadi kunci untuk mengatasi persoalan ini secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengintegrasikan program pusat dengan pendekatan lokal, salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini menyasar tiga kelompok prioritas (3B), yaitu: Ibu hamil, Ibu menyusui dan Anak bawah dua tahun (baduta).

Selain itu, penguatan program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) terus dilakukan melalui pendampingan intensif oleh puluhan ribu tim pendamping keluarga.

Pendekatan door-to-door menjadi strategi efektif untuk memastikan edukasi terkait gizi, kesehatan, dan pola asuh dapat diterima langsung oleh masyarakat.

Upaya ini semakin diperkuat dengan penyusunan Peta Jalan Pembangunan Keluarga (PJPK) di berbagai daerah di Jawa Timur.

Kolaborasi dengan instansi seperti Bappeda dan KPPG Regional Surabaya memastikan setiap kebijakan berbasis data yang akurat serta penyaluran bantuan yang transparan dan tepat sasaran.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur meyakini bahwa penguatan ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Program Bangga Kencana bukan sekadar pencapaian angka statistik, melainkan bentuk nyata dari upaya membangun empati sosial agar tidak ada satu pun anak yang kehilangan masa depan akibat kekurangan gizi dan perhatian.

 

Reporter Samsul Arif.