
Surabaya Pojokkiri.com – Ribuan umat muslim dan muslimat Nahdlatul Ulama memadati acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus haul ke-12 almarhum Dr. Indar Parawansa, suami Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Selasa, (2/08).
Kehadiran Gubernur Khofifah dalam acara tersebut menjadi pusat perhatian. Ia hadir didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak beserta istri, Arumi Emil Elestianto Dardak.
Turut hadir pula sejumlah ulama dan tokoh penting. Di antaranya Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Syekh Mabruk, Syekh Salim dari Al-Azhar, serta Gus Hafidh, pimpinan Selawat Syubbanul Muslimin.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa malam itu bertepatan dengan malam ke-13 bulan Rabiul Awal. Suaminya, Indar Parawansa, wafat pada malam ke-12 bulan yang sama dua belas tahun silam.
“Suami saya, Indar Parawansa, wafat malam 12-nya. Proses pemakamannya di tanggal 12 Rabiul Awal. Mohon doa semuanya, mudah-mudahan beliau dipanggil dalam keadaan husnul khotimah,” ujar Khofifah di hadapan hadirin.
Khofifah juga meminta doa agar almarhum mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT. Ia kemudian memimpin pembacaan Al-Fatihah bersama seluruh jemaah yang hadir.
Acara malam itu juga diisi tausiah oleh Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah acara, Khofifah menyinggung persoalan yang menurutnya mengganggu. Ia menyebut adanya unggahan di media sosial yang menampilkan foto Gus Hafidh dengan narasi keliru.
Foto tersebut dikaitkan dengan pemblokiran nomor rekening seseorang dari Pati. Padahal, menurut Khofifah, Gus Hafidh adalah putra Kiai Asep dan anggota DPR RI dari Mojokerto, bukan dari Pati.
“Ini kan mungkin namanya sama, tapi disebut anggota DPR RI dari Pati. Padahal Gus Hafidh ini putra Kiai Asep dan anggota DPR dari Mojokerto. Nah ini kan jauh,” jelas Khofifah.
Khofifah mengajak seluruh hadirin untuk berhati-hati terhadap informasi yang beredar. Ia berharap tidak ada yang langsung menelan mentah-mentah sebuah kabar tanpa verifikasi.
“Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari fitnah dunia dan azab akhirat,” tuturnya.
Tampak hadir pula Ketua Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur, Dr KH Roziqi, serta Ketua BAZNAS Jawa Timur, Ustaz Ghofrin. Para pimpinan OPD, kepala dinas, kepala biro, staf ahli, dan pimpinan rumah sakit juga terlihat di lokasi.
Salah satunya Prof Cita, pimpinan Rumah Sakit dr Soetomo. Khofifah menyampaikan terima kasih atas kehadiran para pejabat dan meminta doa untuk kesehatan serta kekuatan seluruh tim Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Mudah-mudahan Allah paringi kesehatan, kekuatan, dan amanah dalam menjalankan tugas,” harapnya.
Selawat dipimpin langsung oleh Gus Hafidh. Menurut Khofifah, setiap bulan Rabiul Awal, Gus Hafidh memiliki wirid membaca selawat berjemaah selama sebulan penuh.
“Kita mengambil kesempatannya beliau untuk mendapatkan keberkahan di bulan Rabiul Awal. Mudah-mudahan kita semua mendapat syafaat Rasulullah Muhammad SAW,” kata Khofifah.
Suasana malam itu berlangsung khidmat. Ribuan jemaah mengikuti pembacaan Yasin, tausiah, hingga selawat bersama hingga akhir acara.
Peringatan ini menjadi momen refleksi bagi keluarga besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain mengenang wafatnya Indar Parawansa, acara ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar umat dan pejabat daerah (sul)

