
Lamongan, Pojok Kiri.com- Ditengah hadirnya beragam sepeda motor yang menggunakan bahan bakar, kini masyarakat bisa memilih untuk menggunakan sepeda motor listrik dalam berkegiatan sehari-hari.
Sesuai namanya motor listrik ini tidak menggunakan bensin sebagai bahan bakar, namun cukup dengan mengisi daya listriknya saja.
Tentu penggunaan sepeda motor listrik ini lebih ramah lingkungan karena tidak menyebabkan polusi, baik itu polusi udara maupun suara, sebab sama sekali tidak menimbulkan bunyi.
Jadi hal tersebut sangat mendukung upaya pemerintah untuk membirukan langit Indonesia bebas polusi dengan pengunaan motor listrik.
Selain irit biaya (baca BBM-red), motor listrik ini juga mulai dilirik oleh berbagai kalangan, seperti pekerja kantoran dan orang tua yang membelikannya untuk sang anak pergi ke sekolah.
“Kebanyakan orang tua membeli untuk anaknya pergi ke sekolah,” kata Rahmat, Teknisi Bengkel Wardoyo Jalan Raya Tambakboyo-Lamongan, Kamis (3/10/2024).
Dikatakannya, beberapa alasan orang tua lebih memilih membelikan motor listrik ini kepada anaknya adalah agar tidak ngebut di jalan raya.
“Sebab batas maksimum kecepatan motor listrik ini 70 km/jam, sehingga bisa menghindari anak-anak untuk ngebut di jalan,” kata Rahmat.
Selain itu, usai sekolah juga harus langsung pulang ke rumah. Sebab, jika tidak dikhawatirkan daya listrik motornya akan habis.
“Jadi perkiraan orang tua tadi supaya anaknya tidak kemana-mana saat pulang sekolah. Sebelum berangkat, motornya biasa sudah dicas dulu sama orang tuanya, jadi tidak perlu membawa stop kontak, jadi mau tidak mau selesai sekolah si anak langsung pulang,” ujarnya.
Rahmat, menambahkan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya sepeda motor listrik ini hingga 3 jam dengan biaya yang tergolong murah. Listriknya lebih murah dari setrika dan mesin cuci. Sekitar Rp 2.500 sekali ngecas selama tiga jam itu.
“Sementara untuk ngecas baterai, dayanya tersebut bervariasi ada 250 watt atau 450 watt. Jenis baterai yang digunakan adalah lithium-ion 72 Volt/20 Ah dan memiliki garansi baterai selama tiga tahun,”sebutnya.
Di Kabupaten Lamongan, motor listrik ini dijual kisaran Rp 3,5 juta sampai dari Rp 9 juta per unit. “Jadi harga segitu terjangkau-lah untuk kocek warga Lamongan,” sebutnya lagi.(lut)

