Pojokkiri.com

Serangan Siber Kembali Menimpa Ning Lia Istifhama: Ketika Ruang Digital Menjadi Ladang Teror

Senator Jawa Timur, Lia Istifhama.

Surabaya Pojokkiri – Dunia digital kembali menjadi medan yang tidak aman bagi senator Jawa Timur, Lia Istifhama. Politisi perempuan yang akrab disapa Ning Lia ini lagi-lagi menjadi korban serangan siber.

Setelah sebelumnya kehilangan akun Gmail dengan kapasitas Google Drive 1 TB serta channel YouTube pada Juni 2024, kini ia harus menghadapi masalah baru dengan akun Instagram pribadinya.

Rentetan kasus peretasan yang menimpa Ning Lia bukanlah kejadian sepele. Dari akun Gmail, WhatsApp, Wikipedia, hingga media sosial lain, semua menjadi sasaran. Peristiwa ini menimbulkan tanda tanya besar tentang keamanan ruang digital, terlebih bagi figur publik yang aktif dalam kegiatan sosial dan politik.

Pengalaman Pahit: Dari WhatsApp Terblokir hingga Wikipedia Hilang

Dalam wawancara, Ning Lia menuturkan bahwa serangan siber yang dialaminya sangat variatif.
“Nomer Whatsapp pribadi saya pernah mengalami blokir pada 27 April 2024, padahal saya tidak membuka link atau aplikasi apapun. Jadi full tiba-tiba terblokir. Dan beberapa minggu kemudian nomer WA tidak bisa digunakan sekian menit dan semua pesan yang dikirim tidak masuk dalam history alias jam pasir seperti umumnya chat WA saat sinyal tidak stabil,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, laman Wikipedia atas nama Lia Istifhama pun sempat hilang, akun Instagram relawan terkena shadow block, dan pemberitaan online yang memuat namanya juga sempat tidak terindeks di Google selama tiga hari.

“Bukan hanya WA saja ya, Wikipedia juga hilang, kemudian akun instagram relawan ada yang mengalami shadow blokir… Selain itu, pemberitaan online juga mengalami shadow blokir sekitar 3 hari,” tambahnya.

Puncak Serangan: Gmail dan YouTube Diretas
Serangan paling berat dialami pada 20 Juni 2024, ketika akun Gmail pribadinya berhasil diretas meski sudah menggunakan autentikasi dua faktor. Dampaknya, seluruh file penting, termasuk kenangan keluarga yang tersimpan di Google Drive, ikut hilang.

“Yang paling membuat saya tidak habis pikir adalah ketika akun Google pribadi diretas padahal ada autentifikasi dua faktor… Ini semua belum lagi serangan buzzer di berbagai postingan terutama di TikTok. Jadi saya kira semuanya sangat sistematis,” tegasnya.
Kini Instagram Jadi Target

Ketenangan Ning Lia kembali terusik pada September 2025. Akun Instagram pribadinya tiba-tiba kehilangan centang biru verifikasi. Saat dilaporkan ke pihak Meta, ia hanya menerima notifikasi sedang dalam proses verifikasi lebih dari 48 jam tanpa penjelasan lain. Bahkan, postingan sempat hilang dan tampak seolah akun baru.

“Akun IG saya tiba-tiba kehilangan centang biru… hingga kemudian saya gercep membuat story dengan menandai Instagram untuk memastikan agar akun IG ini tidak hilang seperti channel youtube sekaligus akun gmail,” ujarnya.

Pesan Kemanusiaan: Politik Bukan Tujuan Utama
Meski menjadi korban serangan digital berulang kali, Ning Lia tetap menunjukkan sisi humanisnya.

Dalam unggahan di Instagram (20/9/2025), ia menyampaikan pesan menyentuh kepada anak-anaknya, bahwa jabatan politik bukanlah tujuan utama hidupnya, melainkan bagaimana kebermanfaatan bagi sesama bisa terwujud.

“Karena sejatinya jabatan politik bukanlah goal utama, melainkan bagaimana khoirunnas anfauhum linnas tercipta…” tulisnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa di balik hiruk-pikuk politik dan ancaman digital, ada sisi kemanusiaan yang tidak boleh hilang.
Perlunya Perlindungan Ruang Digital
Kasus yang dialami Lia Istifhama memperlihatkan betapa rawannya keamanan digital di Indonesia. UU No. 1 Tahun 2024 tentang ITE seharusnya mampu memberikan perlindungan yang nyata, bukan hanya aturan di atas kertas.

“UU ITE dibuat untuk menjaga ruang digital yang bersih, sehat, dan beretika… seyogyanya sosial media tidak bisa dijadikan alat untuk menjatuhkan atau menghambat hak personal,” pungkasnya (sul).

Berita Terkait

Lia Istifhama Ajak Gen Z dan Perempuan Muda Jadi Agen Perubahan Sosial: “Semua yang Besar Berawal dari yang Kecil”

Sebarkan Konten Pornografi Anak di Grup Telegram Dibongkar, Begini Modusnya

sukoto pojokkiri.com

Apresiasi Ning Lia Istifhama untuk Gubernur Jatim Hari Jadi ke-80: Inspiratif dan Penuh Semangat Pembangunan