Kediri, Pojokkiri.com.-
Sebagai upaya membentuk generasi emas yang sadar isu kependudukan dan siap menghadapi tantangan masa depan, Pemerintah Kota Kediri melalui DP3AP2KB menggelar Workshop Penguatan Pengelolaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) pada Kamis (11/12). Kegiatan berlangsung di salah satu hotel di Kota Kediri dan diikuti oleh para kepala sekolah tingkat SLTP/MTs Negeri se-Kota Kediri.
Workshop ini bertujuan menguatkan implementasi program SSK sebagai strategi memanfaatkan bonus demografi menuju terwujudnya generasi Indonesia yang berkualitas. Melalui SSK, pendidikan kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga diintegrasikan ke dalam kurikulum serta kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, dr. Fajri Mubasysyir, menegaskan pentingnya penguatan SSK di tingkat sekolah menengah pertama. “Kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman teman-teman terutama di tingkat SLTP terkait Sekolah Siaga Kependudukan. Agar semua sekolah di Kota Kediri siap menjadi Sekolah Siaga Kependudukan sehingga program Pemkot Kediri terkait kependudukan dapat terimplementasi kepada anak didik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, implementasi SSK di Kota Kediri sejauh ini mendapat respons sangat positif dari sekolah dan peserta didik. Program tersebut terbukti memberikan dampak signifikan pada penguatan karakter, peningkatan pemahaman isu-isu kependudukan, pencegahan kekerasan seksual, serta pencegahan pernikahan dini.
DP3AP2KB berkomitmen terus meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan dan workshop. Untuk memastikan keberlanjutan program, dr. Fajri menyebut pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi setiap bulan. “Alhamdulillah saat ini sudah ada 24 sekolah SSK di Kota Kediri. Harapannya seluruh sekolah dari SD hingga SLTA dapat menerapkan program ini agar permasalahan seperti pernikahan dini dan kekerasan pada anak bisa dicegah sejak dini,” jelasnya.
Penghargaan SSK Tingkat SLTP 2025
Selain workshop, kegiatan juga diisi dengan penyerahan penghargaan bagi Sekolah Siaga Kependudukan tingkat SLTP. Penilaian berlangsung sejak awal hingga akhir November 2025 melalui dua tahap, yakni penilaian dokumen melalui aplikasi Sistem Monitoring dan Evaluasi Kependudukan (Simonevpenduk) serta penilaian lapangan.
Tiga sekolah berhasil meraih juara SSK tingkat SLTP Tahun 2025, yaitu:
1. Juara 1: SMPN 4 Kota Kediri
2. Juara 2: SMPN 1 Kota Kediri
3. Juara 3: SMPN 6 Kota Kediri
Penilaian dilakukan oleh juri dari BKKBN Provinsi Jawa Timur serta Penyuluh KB.
“Semoga SSK dapat diterapkan di seluruh sekolah dan tiga sekolah terbaik tahun ini dapat melaju ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Kami berharap seluruh sekolah di Kota Kediri semakin siap dan berkomitmen mengimplementasikan SSK secara berkelanjutan,” pungkas dr. Fajri.
Dukungan Dinas Pendidikan
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, menegaskan bahwa SSK memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang memahami isu kependudukan dan mampu merencanakan masa depan. “Dengan pojok kependudukan dan berbagai aktivitas SSK, kita menyiapkan SDM unggul menjelang 2045. Generasi emas harus benar-benar muncul,” ujarnya. Ia juga meminta para guru dan kepala sekolah memberikan dukungan penuh terhadap implementasi SSK.
SMPN 4 Kota Kediri Ungkap Rahasia Keberhasilan
Kepala SMPN 4 Kota Kediri, Arnie Suhestiningsih, menyampaikan rasa syukur atas prestasi sekolahnya sebagai juara pertama. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kekompakan seluruh warga sekolah serta dukungan orang tua siswa.
“Ini menjadi salah satu kebanggaan dan kami bergerak bukan hanya untuk lomba, tetapi untuk memperluas wawasan warga sekolah agar ikut berpartisipasi menyiapkan peserta didik menjadi generasi emas 2045,” ungkap Arnie.
Salah satu kiat keberhasilan, lanjutnya, adalah kekompakan seluruh warga sekolah dalam menjalankan setiap komponen SSK. Ke depan, SMPN 4 akan terus meningkatkan implementasi program ini. “Kami ingin program ini menjadi inspirasi dan membawa dampak besar, tidak hanya bagi warga sekolah tetapi juga bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya. (wan)

