
Lamongan, Pojok Kiri.com-Keputusan tegas Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, memicu gelombang respons di tingkat akar rumput. Pengumuman resmi yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Selasa (2/6) tersebut langsung viral di berbagai platform media sosial, khususnya di wilayah Kabupaten Lamongan.
Pencopotan Dadan Hindayana, yang sempat menuai sorotan terkait pengadaan motor listrik senilai triliunan rupiah selama menjabat, disambut positif oleh masyarakat. Salah satu respons datang dari Ibu ST, warga Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Lamongan, yang juga merupakan wali murid di salah satu SMA di kawasan Jalan Veteran, Lamongan.
“Sudah lihat di media sosial kalau Kepala BGN diganti oleh Pak Presiden Prabowo,” ujar Ibu ST saat diwawancarai wartawan Koran Harian Pagi Pojok Kiri.
Ibu ST mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo dalam merombak jajaran pimpinan BGN. Namun, dirinya menilai momentum ini tidak boleh berhenti pada pergantian figur semata. Perbaikan struktural ini harus diikuti dengan evaluasi total terhadap program kerja yang berjalan.
Secara blak-blakan, ia menyarankan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dievaluasi menyeluruh atau bahkan dihentikan sama sekali. Menurutnya, pelaksanaan program MBG di lapangan masih menyisakan banyak permasalahan mendasar.
Sebagai solusi konkret, Ibu ST mengusulkan agar anggaran besar program MBG dialihkan ke sektor pendidikan formal dalam bentuk beasiswa, pembebasan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), atau program sekolah gratis.
“Daripada banyak masalah, lebih baik anggarannya dialokasikan untuk biaya siswa seperti SPP dan sekolah gratis. Sehingga siswa tidak usah bayar sekolah lagi. Pengalihan anggaran seperti ini malah akan didukung penuh oleh seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya berharap.(lut)
Editor: Zainul Lutfi
Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri

