Pojokkiri.com

Anggarkan Rp100 Miliar untuk 15 Titik Jamula, Rencana Pemkab Lamongan Menuai Pro-Kontra Warga (Bag-3 Habis)

 

Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, M.B.A., M.EK, saat berbincang dengan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korwil Lamongan, Abdul Wakid, S.Sos.(Foto: Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

Pojok Kiri.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bersiap merealisasikan proyek infrastruktur besar pada pertengahan tahun 2026 ini melalui program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula). Sebanyak 15 titik jalan baru akan mulai masuk proses tender pada Juni dan Juli mendatang dengan estimasi anggaran mencapai Rp100 miliar.

Rencana besar ini memicu beragam tanggapan dari masyarakat Lamongan, mulai dari apresiasi tinggi, sikap netral yang mengawasi, hingga kritik pesimistis.

Apresiasi dari Warga

Dukungan salah satunya datang dari Agus, warga Temenggungan, Lamongan. Melalui sambungan telepon kepada wartawan Harian Pagi Pojok Kiri, ia mengapresiasi langkah nyata Pemkab Lamongan dalam membenahi infrastruktur.

“Alhamdulillah jalan di Kota Lamongan sudah dicor beton. Begitu pun Jalan Lamongan-Sugio, wilayah Kecamatan Babat, Kecamatan Maduran, Kecamatan Karanggeneng, Kembangbahu, Turi, Sarirejo, Solokuro, Deket, Karangbinangun dll juga sudah dicor dari program Jamula,” ujar Agus.

Agus mengimbau warga yang wilayahnya belum tersentuh pembangunan untuk bersabar karena 15 titik baru akan segera dibangun. Ia juga mengingatkan masyarakat agar bisa membedakan status jalan. Menurutnya, kerusakan jalan kabupaten merupakan wewenang Pemkab, sedangkan jalan desa adalah tanggung jawab pemerintah desa setempat.

Sikap Netral dan Pengawasan Ketat

Di sisi lain, sikap netral ditunjukkan oleh Fadoli, warga Tikung. Ia memilih untuk melihat dulu bukti nyata dari realisasi anggaran besar tersebut.

“Kita lihat saja program Jamula itu, apakah jalannya benar-benar sesuai dengan namanya, Jalan Mantap dan Alus Lamongan,” kata Fadoli.

Fadoli juga menitipkan pesan penting kepada pemangku kebijakan agar proses tender dilakukan secara transparan dan benar. Ia berharap Pemkab menyeleksi kontraktor yang kompeten dan berkomitmen pada kualitas, bukan yang sekadar mencari keuntungan sepihak.

“Kalau proyek Jamula tahun ini di 15 titik jalan baru dikerjakan oleh kontraktor kompeten, insyaallah kita akan dapat jalan yang baik dan tahan lama,” tambahnya.

Kritik dan Sikap Pesimistis

Meski banyak yang mendukung, tidak sedikit pula warga yang merespons rencana ini dengan nada miring. Sebagian masyarakat menyampaikan kritik sarkas dan menganggap program Jamula kali ini hanya sekadar janji manis atau “omon-omon” demi pencitraan politik semata. Mereka meragukan efektivitas dan ketepatan sasaran dari proyek senilai Rp100 miliar tersebut.

Proses tender pada Juni-Juli ini akan menjadi penentu apakah Pemkab Lamongan mampu menjawab ekspektasi pendukungnya sekaligus mematahkan keraguan dari pihak yang kontra.(lut)

 

Editor: Zainul Lutfi

Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri