Pojokkiri.com, – SAMPANG — Fasilitas akad nikah gratis alias Rp0 di Kantor Urusan Agama (KUA) ternyata belum cukup kuat untuk memikat mayoritas masyarakat di Kabupaten Sampang. Budaya dan tradisi menggelar akad di rumah sendiri masih memegang kendali utama.
Data KUA Kecamatan Sampang mencatat fenomena kontras sepanjang 2025. Dari total 1.002 pasangan yang mengikat janji suci, hanya sekitar 22 hingga 25 pasangan yang mau memanfaatkan fasilitas balai nikah KUA. Sisanya, lebih dari 97 persen, tetap memilih memboyong penghulu ke rumah.

Kepala KUA Kecamatan Sampang, Akh. Syaifuddin, S.Ag., M.H.I., membeberkan bahwa tren pilihan tempat menikah di wilayahnya cenderung stagnan dan diprediksi tak banyak berubah pada 2026.
“Pergerakan grafik pernikahan relatif stabil. Tidak ada kenaikan atau penurunan yang melonjak drastis,” ungkap Syaifuddin saat ditemui di ruang kerjanya.
Padahal, selain nihil biaya, balai nikah KUA kini menyajikan fasilitas yang memadai dan tak kalah sakral. Calon pengantin bahkan mendapatkan bimbingan perkawinan (Bimwin) serta siraman rohani agar lebih matang mengarungi bahtera rumah tangga.
“Layanan di KUA sebenarnya solusi tepat bagi pasangan yang ingin efisiensi anggaran tanpa mengikis kesakralan momentum nikah,” tegasnya.
Selain urusan ijab kabul, KUA Sampang juga terus menggenjot pengoptimalan layanan keagamaan terpadu lainnya, mulai dari tata kelola perwakafan, kemasjidan, hingga zakat—guna memberikan pelayanan publik yang makin optimal. (Man/F-R)

