Pojokkiri.com

Alarm Darurat Magetan! Misery Efendi Tuntut Mitigasi Total Usai Karhutla Kepung 14 Kecamatan

​Surabaya, Pojokkiri.com.-

Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Miseri Efendy memberikan perhatian serius terhadap penanganan darurat karhutla yang melanda di Magetan.

​Menurut politisi Demokrat ini mengatakan
insiden karhutla yang meluas hingga 14 kecamatan di Magetan ini merupakan alarm keras bagi semua pihak untuk memperketat sistem mitigasi bencana berbasis wilayah.

Ia menilai bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak boleh hanya bersifat reaktif atau digerakkan saat api sudah telanjur membesar dan mendekati kawasan pemukiman warga, melainkan harus bertumpu pada pencegahan dini yang terstruktur dan terpadu.

​”Meluasnya karhutla hingga mencakup 14 kecamatan di Magetan ini tentu menjadi keprihatinan mendalam bagi kita semua di Jawa Timur,”jelas pria asal Ponorogo ini.

Kondisi cuaca yang kering akibat musim kemarau memang mempercepat laju rambatan api, tetapi kesiapsiagaan infrastruktur pencegahan serta respons cepat antar-instansi memegang kunci utama.

“Pemerintah Provinsi bersama pemerintah kabupaten, BPBD, instansi kehutanan, serta segenap elemen masyarakat harus memperkuat koordinasi lintas sektoral agar titik-titik rawan api dapat dideteksi sejak dini sebelum berubah menjadi bencana ekologis yang masif,” tegas Miseri Efendy, senin (5/10/2026)

​Lebih lanjut, menurutnya mendorong agar alokasi anggaran serta sarana prasarana penunjang penanggulangan bencana di daerah-daerah rawan, termasuk Magetan, mendapatkan perhatian porsi yang lebih memadai dari pemerintah provinsi.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas alat pemadaman portabel, ketersediaan pasokan air bersih di titik-titik krisis, serta penguatan edukasi mitigasi kepada masyarakat yang tinggal berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

​“Kita tidak boleh tinggal diam melihat kawasan hijau dan ekosistem di lereng-lereng gunung kita terus terancam setiap tahunnya. Mitigasi berbasis komunitas, optimalisasi peran relawan desa, serta dukungan logistik yang memadai bagi para petugas pemadam di garis depan harus menjadi prioritas bersama saat ini,” tambahnya.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Magetan sepanjang musim kemarau terus menjadi perhatian. Hingga 29 September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat 56 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar 139 hektare.

Kejadian tersebut tersebar di 14 kecamatan. Sejumlah wilayah yang dipetakan memiliki kerawanan karhutla antara lain Kecamatan Kawedanan, Parang, Panekan, Plaosan, Lembeyan, dan Maospati. Kebakaran juga terjadi di kawasan Gunung Bancak, Gunung Lawu serta lahan tebu.(Wan)