
Gresik, pojokkiri.com
Komitmen menjaga disiplin, memperkokoh jiwa nasionalisme, serta meningkatkan tanggung jawab dalam pengabdian kepada bangsa dan negara tercermin dalam pelaksanaan upacara bendera tanggal tujuh belasan di Makodim 0817/Gresik, Senin (19/10/2026).
Upacara yang berlangsung di lapangan Makodim 0817/Gresik tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0817/Gresik, Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, S.Sos., selaku Inspektur Upacara (Irup). Kegiatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kejuangan, kedisiplinan, dan loyalitas dalam menjalankan tugas.
Upacara diikuti oleh para perwira staf dan Danramil jajaran Kodim 0817/Gresik, anggota Subdenpom dan Garnisun Gresik, prajurit Kodim 0817/Gresik, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS). Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat sebagai wujud penghormatan terhadap simbol negara.
Prosesi upacara diawali dengan persiapan pasukan dan penghormatan kepada Inspektur Upacara, dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana khidmat menyelimuti lapangan ketika seluruh peserta berdiri tegak, menunjukkan rasa hormat dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Bagi prajurit TNI, upacara tujuh belasan bukan sekadar kegiatan rutin bulanan, melainkan sarana untuk memelihara tradisi kejuangan, memperkuat semangat kebangsaan, serta mengingat kembali nilai-nilai pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan tersebut juga menjadi wahana pembinaan satuan untuk membangun karakter prajurit yang profesional, tangguh, dan berintegritas. Melalui pelaksanaan upacara yang tertib, setiap personel diharapkan semakin memahami pentingnya disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kehadiran unsur Subdenpom dan Garnisun Gresik bersama personel Kodim 0817/Gresik turut mencerminkan soliditas dan sinergi antar satuan. Kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kewilayahan, menjaga stabilitas keamanan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Gresik.
Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, prajurit Kodim 0817/Gresik juga dituntut mampu menjaga keseimbangan antara profesionalisme militer dan kedekatan dengan masyarakat. Sikap disiplin, keteladanan, serta kepedulian sosial harus senantiasa menjadi bagian dari perilaku prajurit, baik ketika bertugas maupun saat berinteraksi dengan warga di wilayah binaan.
Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, S.Sos., dalam menegaskan bahwa upacara bendera tujuh belasan memiliki arti penting dalam membangun karakter dan memperkuat komitmen pengabdian seluruh personel. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam upacara harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Upacara bendera bukan hanya rutinitas, tetapi momentum untuk mengingat kembali jati diri kita sebagai prajurit dan aparatur negara. Disiplin, loyalitas, tanggung jawab, serta semangat nasionalisme harus terus dipelihara dan diterapkan dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Dandim.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat sinergi dengan seluruh unsur terkait. Setiap personel diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, mengedepankan sikap humanis, dan senantiasa hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Dandim mengajak seluruh anggota untuk menjadikan semangat kebangsaan sebagai landasan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan. Dengan disiplin yang kuat, integritas yang terjaga, dan kebersamaan yang kokoh, Kodim 0817/Gresik diharapkan semakin optimal dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial serta mendukung terciptanya wilayah yang aman dan kondusif.
Pelaksanaan upacara bendera tujuh belasan di Makodim 0817/Gresik berlangsung tertib, aman, dan lancar. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan semakin memperkuat tekad untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara, sekaligus menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai kekuatan utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Dyo)

