KBO Satreskrim Polres Lamongan, Ipda H.Sunaryo, SH.(Foto:Zainul Lutfi/Pojok Kiri.com)

Lamongan, Pojok Kiri.com- Hari keempat setelah tindakan ekshumasi, hasil otopsi jenazah Haidar Khabib Nazari (14) Santri Ponpes Tarbiyatut Tholabah Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan yang diduga meninggal karena dianiaya, hingga kini belum keluar.
Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Christian Ciko Kosasih, SIK yang dikonfirmasi melalui KBO Satreskrim Polres Lamongan, Ipda H.Sunaryo, SH mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kematian korban.
”Untuk hasil otopsi belum, kami belum menerima hasilnya,” terang KBO Satreskrim Polres Lamongan, Ipda H.Sunaryo, SH, Rabu (13/9/2023).
Sunaryo menjelaskan, usai dilakukan ekshumasi (11/9) lalu, hingga kini pihaknya masih menunggu hasil tertulis dari pemeriksaan yang dilakukan tim forensik dari Polda Jatim dan dokter Soetomo. ”Nanti kan pasti ada surat tertulis. Kalau sudah ada hasil nanti pasti dikabari,” lontarnya, Rabu (13/9/2023).
Disinggung terkait progres penyelidikan kasus ini, pihaknya menyebut hingga kini telah memeriksa beberapa orang baik dari keluarga maupun dari pihak Ponpes Tarbiyatut Tholabah.
”Beberapa orang sudah kita mintai keterangan,” imbuhnya
Seperti yang pernah diberitakan, Muhammad Haidar Khabib Nazari (14), seorang santri di Ponpes Tarbiyatut Tholabah Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, diduga meninggal akibat dianiaya pada Jumat (25/8/2023) lalu.
Informasi yang berhasil dihimpun awalnya orang tua korban, Basuni (39), warga Brengkok Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan, pertama kali mendapat kabar dari wali kelas anaknya, Nursalim.
Bahwa anaknya bernama Haidar telah dibawa ke rumah sakit Suyudi Paciran.
Orang tua korban bersama wali murid segera menuju rumah sakit setelah mendapatkan kabar tersebut.
Namun, begitu sampai di sana, ternyata korban sudah meninggal dunia.
Jenazah korban pun dibawa pulang ke Dusun Pambon, Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Lamongan, untuk dimakamkan.
Ketika hendak dimandikan, ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan seperti luka lebam di dada, paha, betis.
Selain itu, alat vital dan selangkangan korban juga mengalami pembengkakan dan memerah.
Terhadap temuan yang tidak wajar tersebut, keluarga korban kemudian melaporkan kematian anaknya yang dianggap tidak wajar ke Polres Lamongan.
Keluarga korban juga meminta izin dilakukan otopsi untuk melihat kejelasan penyebab kematian korban.(lut)

