Pojokkiri.com

Akses Makan Bergizi untuk Warga Rentan Justru Dihadang Penolakan, Ini Tanggapan DPD RI Lia Istifhama.

Anggota DPD RI Komisi lll Lia Istifhama

Surabaya Pojokkiri.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibangun sebagai upaya memperluas akses pangan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat, kini tengah menjadi perhatian publik di Perumahan Villa Bukit Mas, Cluster Jepang RT 01 RW 07, Kelurahan dan Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya.

Harapan besar menghadirkan dapur kebaikan di tengah warga ternyata tidak berjalan mulus. Sebagian kecil masyarakat masih mempertanyakan keberadaan dapur produksi MBG di lingkungan mereka.

Ketua Inspirasi Nusantara Aman Makmur (Ina Makmur) Dukuh Pakis, Joko Dwitanto, menegaskan bahwa MBG berdiri dengan niat murni mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan, terutama bagi kelompok rentan.

“Tujuan kami sederhana, memastikan lebih banyak masyarakat bisa menikmati makanan bergizi tanpa terbentur keterbatasan ekonomi. Tidak ada kepentingan lain selain kemanusiaan dan kebaikan bersama,” ungkap Joko saar ditemui wartawan di perumahan Villa Bukit Mas, Cluster Jepang, pada Minggu (23/11).

Joko menjelaskan, seluruh proses dijalankan secara transparan. Mulai dari survei lokasi, konsultasi dan sosialisasi kepada warga hingga permohonan persetujuan yang dilakukan dari rumah ke rumah.

“Kami menjunjung etika sosial. Seluruh komunikasi dan koordinasi dilakukan secara terbuka dan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.

Sebelum beroperasi, dapur MBG telah dilakukan pengecekan teknis oleh tim BGN mencakup sanitasi, pembuangan limbah, struktur bangunan, hingga tata ruang. Hasilnya dinyatakan layak digunakan. Anggaran program pun telah disalurkan melalui rekening resmi untuk memastikan legalitas dan akuntabilitas.

Namun demikian, dinamika penolakan tetap bergulir. Menurut Joko, situasi yang terbangun tidak sepenuhnya mencerminkan suara mayoritas lingkungan.

“Ada warga yang mendukung tapi memilih diam karena khawatir terlibat polemik. Ketika situasi terpolarisasi, niat baik seringkali justru dicurigai,” tuturnya dengan keprihatinan mendalam.

Menjawab tuduhan alih fungsi bangunan dan pelanggaran aturan lingkungan, Joko memastikan apabila sejak awal terdapat keberatan, tim siap memenuhi instruksi sesuai ketentuan.

“Kami bahkan membuat desain dapur tetap menyerupai hunian agar tidak mengganggu estetika kawasan. Ini bentuk penghormatan kami terhadap lingkungan,” jelasnya.

Ketua Inspirasi Nusantara Aman Makmur (Ina Makmur) Dukuh Pakis, Joko Dwitanto

MBG di Dukuh Pakis sendiri direncanakan bersifat sementara, dengan masa relokasi maksimal tiga bulan menuju lokasi permanen yang lebih ideal.

Program ini tidak hanya memberi makanan bergizi gratis, namun juga edukasi kesehatan ibu dan anak serta kegiatan sosial Jumat Berkah.

“Bila bukan kita yang saling membantu, siapa lagi? Tidak semua orang memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pangan bergizi,” tegas Joko penuh optimisme.

Joko berharap pemerintah segera turun tangan sebagai penengah. Ia meminta seluruh pihak untuk kembali fokus pada tujuan utama: kemaslahatan masyarakat.

“Kami ingin penyelesaian yang adil. Jangan biarkan ketidaknyamanan sementara menutupi manfaat besar bagi banyak orang,” pungkasnya.

Suara Senator: MBG Bukan Hanya Soal Stunting, Tapi Akselerator Ekonomi

Di sisi lain, Anggota DPD RI Komisi III, Lia Istifhama, memberikan pandangannya. Ia mendukung program MBG sebagai upaya strategis pemerintah untuk melindungi masa depan generasi muda sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

“Program ini bukan hanya langkah menekan angka stunting, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong dan jejaring UMKM yang memberi dorongan besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal,” jelas senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut.

Menurutnya, jika respon positif masyarakat menguat, pemerintah pasti terdorong menjadikan MBG program berkelanjutan sehingga dapat memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan daerah.

Ia berpesan agar masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi dan mengedepankan manfaat dari sebuah program.

“Pendapat satu atau dua orang belum tentu mencerminkan suara umum. Jangan sampai kekecewaan segelintir pihak justru menghilangkan manfaat besar yang bisa dirasakan banyak warga,” tuturnya.

Polemik yang muncul menunjukkan bahwa solidaritas warga sedang diuji. Namun optimisme terhadap manfaat program ini masih kuat berakar.

MBG hadir sebagai upaya membuka akses pangan bergizi, menciptakan lingkungan sehat, dan membangun kekuatan ekonomi masyarakat secara perlahan. Semua pihak diharapkan mengedepankan dialog dan empati dalam menyelesaikan polemik ini agar kebaikan tidak berhenti di tengah jalan (sul).

Berita Terkait

Pemkab Bojonegoro Targetkan Penurunan Angka Stunting Menjadi 9 Persen Tahun 2025

sukoto pojokkiri.com

Kolaborasi Persit dan Kemendukbangga/ BKKBN Jawa Timur Perkuat Posyandu dan Pengasuhan 1000 HPK Menuju Indonesia Emas 2045

Apresiasi Ning Lia untuk Prabowo-Gibran: Kepemimpinan Gebrakan Nyata di Tahun Pertama