Pojokkiri.com

Bupati Lamongan Paparkan Capaian 100 Hari Kerja: Quick Wins Sebagai Langkah Strategis Awal

 

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, paparkan capaian utama 100 Hari Kerja Pertama di Ruang Guest Host Kabupaten Lamongan. (Foto:Zainul Lutfi/Pojok Kiri)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara tidak hanya mempresentasikan capaian 100 hari kerja mereka. Di balik angka-angka dan program yang dipaparkan, tersirat sebuah visi besar, menjadikan Lamongan sebagai kabupaten mandiri dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam semangat 100 hari kerja, Pemkab Lamongan menetapkan quick wins sebagai langkah strategis yang terbagi kedalam tiga focus utama, pertumbuhan ekonomi, pemerataan infrastruktur, serta penguatan SDM dan harmonisasi sosial.

Bupati juga menyebutkan capaian utama program 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Lamongan 2025-2029 dengan visi “Terwujudnya Kejayaan Lamongan yang Berkelanjutan” antara lain penguatan ketahanan pangan dan produksi sektor primer, Lamongan terus menjaga statusnya sebagai lumbung pangan nasional. Hasilnya hingga April 2025, produksi padi telah mencapai 541.751 ton. Produksi perikanan budidaya mencapai 13.960 ton, dan ekspor daging unggas ke Indonesia timur mencapai 16 ton.

“Kemudian penguatan UMKM, berbasis ekspor, pemeliharaan infrastruktur jalan di 27 ruas strategis, pemasangan 104 tiang lampu baru dan pemasangan 1500 sambungan air bersih baru ke rumah warga,” tuturnya.

Selanjutnya pemeliharaan RTH di 32 titik lokasi, pendirian Koperasi Merah Putih di 474 desa, penurunan angka stanting dari 27 persen ditahun 2023 menjadi 6,9 persen ditahun 2025.

Kemudian pendidikan dan generasi emas melalui program bergizi gratis telah berjalan di 177 lembaga pendidikan. Salah satunya SMPN 1 Lamongan ditetapkan sebagai pilot project sekolah digital inklusi, serta pemberian beasiswa untuk siswa dari keluarga tidak mampu.Serta pemberian intensif ke takmir masjid, imam masjid, modin, rohaniwan agama dan guru ngaji.

“Itulah program 100 hari kami yang telah lami laksanakan, tentunya 100 hari bukanlah waktu yang pendek untuk menentukan sebuah perjalanan, tapi 100 hari adalah waktu yang cukup untuk menentukan niat, arah, langkah dan semangat kami untuk membangun Lamongan,” ungkapnya, Sabtu (7/6).(lut)