Pojokkiri.com

Dampak Proyek Jalan Veteran Lamongan: Pembatas Jalan Terlalu Tinggi, Motor Pelajar Bocor Oli hingga Mobil Terpaksa Putar Balik

 

Pembatas jalan Veteran terlalu tinggi, membuat Jalan KH. Ahmad Dahlan dan Jalan Andanwangi terisolir tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat.(Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

 

Lamongan, Pojokkiri.com-Selesainya proyek perbaikan Jalan Veteran Lamongan yang menelan anggaran miliaran rupiah ternyata menyisakan persoalan baru bagi pengguna jalan. Cor pembatas jalan setinggi kurang lebih 12 sentimeter di kawasan tersebut kini dikeluhkan karena memutus akses kendaraan, terutama di poros Jalan KH. Ahmad Dahlan dan Jalan Andanwangi yang menjadi penghubung utama dalam Kota Lamongan.

Berdasarkan pantauan Wartawan Pojok Kiri di lokasi pada Rabu (21/10/2026) pagi, tingginya cor pembatas jalan tersebut membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Jika dipaksakan, bagian bawah atau bodi kendaraan dipastikan akan terantuk (gasruk) beton pembatas. Akibatnya, banyak pengendara yang terpaksa putar balik dan mencari jalur alternatif.

Bodi Motor Pelajar Rusak hingga Oli Bocor

Persoalan ini memakan korban salah seorang pelajar SMK bernama Damayanti. Saat hendak melintas, bagian bawah motor matik miliknya menghantam keras beton pembatas hingga mengakibatkan kerusakan parah pada bagian mesin.

“Aduh, bodi mesin motorku gores pembatas jalan. Olie motorku dredes (mengalir) keluar,” ujar Damayanti dengan wajah masam saat dibantu oleh warga dan Wartawan Pojok Kiri di lokasi kejadian, Rabu pagi.

Tidak berselang lama setelah insiden tersebut, sebuah mobil Toyota Avanza juga hampir mengalami nasib serupa saat hendak melewati jalur yang sama. Beruntung, pengendara mobil tersebut segera diberi peringatan untuk memutar balik demi menghindari kerusakan bodi kendaraan.

Respons Dinas Bina Marga Lamongan

Menanggapi keluhan warga dan laporan dari lapangan, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan, Andhy Kurniawan, S.T., M.M.T., memberikan penjelasannya. Pihaknya berjanji akan segera membangun jalur landai (opritan) agar jalan tersebut kembali bisa diakses dengan aman.

“Siap mas lutfi, sesuai umur beton, kalau sudah memenuhi segera kita buatkan opritan,” ujar Andhy saat dikonfirmasi oleh Wartawan Pojok Kiri, Rabu (21/10) siang.

Warga dan pengguna jalan berharap pembuatan opritan atau kelandaian jalan tersebut bisa segera direalisasikan agar tidak ada lagi pengendara yang menjadi korban atau terganggu aktivitasnya.(lut)

Editor: Zainul Lutfi