Pojokkiri.com

Inovasi Smartd Foot RSAB, Upaya Nyata Menyelamatkan Kaki dan Menjaga Kualitas Hidup Pasien Diabetes

Foto : RSUD Asembagus, Situbondo, Jawa Timur

Situbondo,pojokkiri.com
RSUD Asembagus kembali menghadirkan inovasi smartd foot atau yang lebih dikenal dengan sistem monitoring perawatan terintegrasi diabetic foot. Inovasi yang berjalan sejak Desember 2025 ini merupakan komitmen dalam meningkatkan pelayanan kesehatan RSUD Asembagus kepada masyarakat.

Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya diabetic foot ulcer atau lebih gampangnya adalah luka kaki diabetes. Kondisi ini terjadi akibat gangguan saraf, sirkulasi darah yang kurang baik, serta penurunan kemampuan tubuh dalam proses penyembuhan luka.

Jika tidak ditangani dengan tepat, luka dapat berkembang menjadi infeksi berat hingga beresiko yang menyebakan amputasi.

“Tujuan utama inovasi smartd foot bukan hanya mengobati luka, tetapi mencegah luka agar tidak terjadi dan membantu pasien diabetes tetap aktif menjalani kehidupan sehari-hari, “kata Zainul Fatah, Direktur RSUD Asembagus, Selasa (14/7/2026).

Dia, mengatakan keunggulan lain dari layanan ini adalah adanya jejaring dan kolaborasi antara tenaga kesehatan, mulai dari dokter ,perawat, tenaga rehabilitasi, hingga fasilitas kesehatan tingkat pertama. Salah satunya RSUD Asembagus sudah melakukan bimtek inovasi smartd foot di Puskesmas Asembagus, fokus sosialisasi score pedis untuk mendeteksi dini gangguan kaki pada pasien diabetes.

Selain tindakan medis, edukasi kepada pasien dan keluarga menjadi bagian utama dalam inovasi ini. RSUD Asembagus memberikan pelayanan tambahan kepada pasien berupa pelayanan senam kaki diabetes yang dilaksanakan setiap bulan pada hari Sabtu, Minggu ke-3 setiap bulannya. Sampai bulan Juni kemarin sudah sampai di pertemuan ke-4.

Adapun kegiatannya, meliputi pemeriksaan kesehatan, senam kaki diabetes dipandu oleh tenaga rehab medik, penyuluhan gizi oleh ahli gizi, pemberian makanan tambahan, diskusi dan sharing. Tak hanya itu, pasien juga akan diberikan edukasi untuk mengakses aplikasi khusus smartd foot yang berbasis digital, sehingga mereka dapat memantau dan memonitoring kondisi gula darah dan perkembangan kondisi diabetic foot secara mandiri.

Salah satu pasien yang sudah mengikuti kegiatan senam ini, mengatakan bahwa rasa kebas, geringgingan, nyeri pada kaki ada yang berkurang bahkan hilang. Kaki terasa lebih ringan dan tidak mudah pegal.

” Iya, kaki terasa lebih ringan dan tidak mudah pegal, ” katanya.

Sementara itu, Fatah, sapaan akrab orang nomor satu di RSUD Asembagus ini, meyakini jika inovasi tersebut menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih preventif, terpadu, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (Inul)