Pojokkiri.com

Jelang HUT RI ke-81, Penjual Bendera Musiman Asal Garut Mulai Menjamur di Lamongan

 

Ibu-ibu pembeli bendera merah putih ukuran sedang di lapak Udin Nurdin depan Kantor Kelurahan Temenggungan Lamongan.(Foto: Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

Lamongan, Pojokkiri.com-Suasana menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 mulai terasa di Kabupaten Lamongan. Para penjual bendera merah putih dan umbul-umbul musiman mulai menggelar lapak dagangannya di berbagai sudut kota, salah satunya di depan Kantor Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Lamongan.

Udin Nurdin (31), seorang pedagang asal Garut, Jawa Barat, mengaku hari ini, Jumat (24/7) pagi, merupakan hari pertamanya membuka lapak. Meski baru buka, ia tetap optimistis menyambut momen agustusan tahun ini.

“Alhamdulillah pak, hari pertama ini baru laku satu bendera merah putih yang ukuran sedang harga Rp 35.000,” ujar Udin saat ditemui oleh wartawan Koran Harian Pagi Pojok Kiri di lapaknya.

Udin merinci harga properti kemerdekaan yang ia jual sangat bervariasi tergantung ukuran. Bendera ukuran besar dipatok Rp 75.000, ukuran sedang Rp 35.000, dan ukuran kecil seharga Rp 15.000 per lembar. Ia juga menambahkan bahwa harga tersebut masih bisa dinegosiasikan oleh pembeli. “Harga segitu bisa ditawar kok pak. Itu bukan harga saklek,” imbuhnya ramah.

Udin Nurdin dilapak umbul umbul dan bendera yang dijualnya depan Kantor Kelurahan Temenggungan Lamongan.(Foto: Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

Saat ditanya mengenai suka duka menjadi penjual musiman, Udin tersenyum dan mengatakan hal itu lumrah dalam berbisnis. Sukanya jika dagangan ramai, dan dukanya jika kondisi pasar sedang sepi. Terlebih, saat ini mereka harus bersaing ketat dengan pasar digital.

“Sekarang disaingi penjualan online. Jadi sekarang banyak pencari bendera yang beralih beli secara online,” ungkapnya.

Selama mengadu nasib di Lamongan, Udin tidak sendirian. Ia datang bersama rombongan dari Garut yang berjumlah 27 orang. Mereka menyewa rumah kos di depan Rumah Sakit Islam Nashrul Ummah (RSI NU) Lamongan, Jalan Merpati, Sidokumpul.

Rombongan ini menyebar ke berbagai titik strategis di Lamongan, seperti di depan Kantor PDAM Lamongan, depan Gedung Olahraga (GOR) Lamongan, hingga ke wilayah kecamatan lain seperti Deket, Tikung, Mantup, dan Babat. Jika sore hari tiba, mereka akan kembali berkumpul di kontrakan tersebut.

Udin menaruh harapan besar pada penjualan tahun ini. Hasil keringatnya di perantauan akan digunakan untuk masa depan keluarganya. “Semoga tahun ini jualan bendera dan umbul-umbul laku. Uangnya bisa dibawa pulang untuk biaya anak mondok di Pesantren Garut,” harapnya menutup pembicaraan.(lut)

Editor: Zainul Lutfi