
Surabaya, Pojok Kiri.Com,-Rencana besar untuk menghidupkan kembali (reaktivasi) jalur legendaris Kereta Api (KA) lintas Kalisat–Bondowoso–Panarukan terus menunjukkan perkembangan berarti.
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Agung Mulyono, menyambut baik langkah progresif pemerintah pusat dan daerah yang terus serius mematangkan tahapan survei jalur Kalisat–Panarukan tersebut.
Menurut politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim ini, kehadiran kembali jalur kereta api yang melintasi wilayah Jember, Bondowoso, hingga Situbondo tersebut diyakini akan menjadi angin segar bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan.
“Kami dari DPRD Jawa Timur sangat menyambut baik dan mendukung penuh rencana reaktivasi jalur KA Kalisat–Panarukan ini. Aspirasi masyarakat, khususnya di kawasan Tapal Kuda seperti Bondowoso dan wilayah sekitarnya, sangat besar dan menantikan jalur ini bisa segera terealisasi, ” kata pria asal Banyuwangi ini, Rabu 24 September 2026.
Menurut dia jika konektivitas transportasi massal ini terbangun kembali, dampaknya akan luar biasa dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, mempermudah mobilitas warga, serta menunjang sektor pariwisata lokal secara terintegrasi.
Agung Mulyono juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral yang kuat antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta pemerintah kabupaten yang dilewati jalur tersebut agar kendala-kendala di lapangan, seperti penertiban lahan atau pemenuhan standar teknis, dapat diselesaikan dengan pendekatan yang persuasif dan solutif.
“Dengan sisa waktu target penyelesaian survei yang dijadwalkan rampung pada Oktober mendatang, publik kini menantikan hasil akhir dari kajian komprehensif tersebut”jelasnya.
Dokumen perencanaan yang matang lanjutnya diharapkan segera membuka jalan menuju kepastian skema investasi, pembiayaan, hingga eksekusi pembangunan fisik demi merajut kembali simpul transportasi di wilayah timur Jawa Timur.
Berdasarkan progres terbaru hingga akhir September 2026, tahap survei dan kajian teknis di lapangan telah mencapai angka 70 persen, serta ditargetkan bisa tuntas sepenuhnya pada bulan Oktober mendatang.
Meski demikian, pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya menegaskan bahwa proses reaktivasi ini tidak bisa dikebut sembarangan.
Mengingat jalur peninggalan era kolonial Belanda tersebut sudah sangat lama tidak aktif bahkan berhenti beroperasi sejak tahun 2004 pematangan dokumen perencanaan, kajian trase, hingga aspek keselamatan harus dikalkulasikan secara matang dan komprehensif.(Wan)

