
Kediri, Pojokkiri.com.-
Kota Kediri kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan berhasil mempertahankan penghargaan Swasti Saba Padapa 2025, sama seperti capaian pada tahun 2023. Penghargaan tersebut diterima secara simbolis oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Kediri, Ferry Djatmiko, pada Kamis (4/12) di Ruang Kilisuci Balaikota Kediri.
Dalam sambutannya, Ferry menyampaikan apresiasi kepada Forum Komunikasi Kota Sehat (FKKS) yang selama ini dinilai menjadi garda terdepan dalam mendukung proses verifikasi Kota Sehat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor yang berjalan solid dan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan Kota Kediri dalam mempertahankan predikat ini.
“Hasil verifikasi menunjukkan Kota Kediri meraih nilai tinggi di hampir semua tatanan, dengan capaian antara 70 hingga 100. Ini bukti bahwa kerja bersama dan konsistensi seluruh elemen benar-benar nyata,” ungkap Ferry.
Berdasarkan hasil verifikasi tim pusat, sejumlah tatanan mencatatkan skor sangat baik. Di antaranya:
• Tatanan Permukiman dan Fasilitas Umum: 88,64
• Tatanan Pasar: 92,31
• Tatanan Transportasi dan Tertib Lalu Lintas Jalan: 95,45
• Tatanan Kesatuan Pendidikan: 77,27
• Tatanan Perkantoran dan Perindustrian: 81,82
• Tatanan Pariwisata: 87,5
• Tatanan Pencegahan dan Penanggulangan Bencana: 73,21
Capaian paling menonjol yaitu Tatanan Perlindungan Sosial yang meraih nilai sempurna 100, meningkat signifikan dari penilaian sebelumnya yang berada pada angka 60.
Penghargaan Bukan Tujuan Akhir
Dalam sambutannya, Ferry menegaskan bahwa program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) bukan sekadar pemenuhan indikator penilaian, melainkan strategi menyeluruh dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh warga.
“KKS bukan hanya tentang memenuhi syarat penilaian. Ini adalah tentang bagaimana kita menghadirkan Kota Kediri yang bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk seluruh warga. Pembangunan kesehatan itu tidak pernah selesai,” tegas Ferry yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Kota Kediri.
Ia menambahkan, capaian ini harus dimaknai sebagai pemacu semangat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
“Penghargaan ini adalah pengingat bahwa kita tidak boleh lengah. Kota sehat hanya bisa terwujud jika seluruh elemen bergerak bersama,” ujarnya.
Apresiasi untuk Kolaborasi Lintas Sektor
Ferry menyampaikan apresiasi kepada FKKS, camat, lurah, kader kesehatan, hingga seluruh perangkat daerah yang telah berkontribusi aktif dalam pemenuhan indikator Kota Sehat. Menurutnya, setiap data, inovasi, dan upaya lapangan adalah bagian penting dari keberhasilan ini.
“Keberhasilan ini bukan milik satu pihak saja. Setiap kegiatan di tingkat kelurahan hingga kota memberikan kontribusi nyata terhadap hasil penilaian ini,” terang Ferry.
Target Wistara 2027
Ke depan, Pemkot Kediri menargetkan peningkatan kualitas pada seluruh tatanan penilaian agar Kota Kediri dapat naik menuju kategori Swasti Saba Wistara pada 2027. Ferry optimistis bahwa hal tersebut dapat dicapai selama sinergi lintas sektor tetap terjaga.
“Kita punya potensi besar untuk naik ke Wistara. Syaratnya adalah satu: menjaga kekompakan dan memastikan setiap tatanan memiliki data yang kuat dan sesuai realita lapangan,” ungkapnya.
Dengan penguatan FKKS melalui Surat Keputusan Wali Kota, forum ini diharapkan semakin optimal dalam mendampingi wilayah dan memastikan pemenuhan indikator secara merata di seluruh kecamatan dan kelurahan.
Komitmen Kota Kediri
Pemkot menegaskan bahwa penghargaan Swasti Saba Padapa 2025 ini menjadi salah satu pijakan penting dalam memperkuat kualitas lingkungan, meningkatkan layanan kesehatan, serta memajukan kerja kolaboratif lintas sektor secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut akan terus dipacu agar Kota Kediri mampu berkembang sebagai kota yang sehat, inklusif, dan nyaman bagi seluruh warganya, sekaligus bersiap menuju tingkat penghargaan yang lebih tinggi pada tahun-tahun mendatang.(adv/wan)

