Pojokkiri.com

Ledakan Tabung di Pabrik Blescon Lamongan, 1 Pekerja Tewas dan 6 Lainnya Luka Bakar

 

Petugas Inafis Polres Lamongan olah TKP di Pabrik PT Superior Prima Sukses (Blescon) di Desa Waru Kulon, Kecamatan Pucuk yang terbakar.(POJOK KIRI/ISTIMEWA)

 

Lamongan, Pojokkiri.com-Insiden kecelakaan kerja maut melanda fasilitas produksi milik PT Superior Prima Sukses (Blescon) yang berlokasi di Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Sebuah tabung alat kerja dilaporkan meledak di dalam ruang produksi yang mengakibatkan satu orang pekerja meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) dan enam pekerja lainnya mengalami luka bakar serius.

Berdasarkan data yang dihimpun Wartawan POJOK KIRI, peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu tengah malam sekitar pukul 24.00 WIB. Saat itu, para korban sedang melaksanakan aktivitas pekerjaan shift malam bersama-sama di dalam ruangan kerja. Tanpa diduga, sebuah tabung alat kerja meledak hebat hingga memicu kobaran api dan hawa panas di area sekitar ruangan.

Akibat ledakan dahsyat tersebut, seorang pekerja bernama M. Sharul Fahni (25), warga Dusun Gerdu, Desa Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, dilaporkan meninggal dunia langsung di lokasi kejadian.

Sementara itu, enam pekerja lainnya yang berada di ruangan yang sama mengalami luka bakar di sekujur tubuh. Para korban luka segera dievakuasi ke Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Lamongan untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Adapun, Identitas keenam korban luka bakar adalah sebagai berikut Akmat Arif Wijaya (31), warga Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Lamongan, Sigit Kamseno (36), warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, Surabaya, Andika Dwi Ramadhan (20), warga Dusun Sapan, Desa Ndateng, Kecamatan Laren, Lamongan.

Kemudian Imam Sugiono (36), warga Dusun Jetis, Kecamatan Kedungpring, Lamongan, Robith Fatahila (20), warga Desa Nyabung, Kecamatan Laren, Lamongan dan Fiki (31), warga Putat Lor, Kecamatan Turi, Lamongan.

Pihak keamanan pabrik dan saksi karyawan, Suryadi (40) serta Reza Hanafi (30), segera melaporkan insiden ini ke pihak berwajib. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan penutupan dan memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti meledaknya tabung tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi mendalam mengenai penanganan kasus ini masih terus dilakukan. Saat Wartawan POJOK KIRI mencoba menghubungi Kapolsek Pucuk, AKP Kharis Ubaidillah S.Sos M.H, pada Kamis pagi untuk mendapatkan keterangan resmi terkait kronologi investigasi, nomor ponsel perwira pertama polisi tersebut diketahui sedang tidak aktif.(lut)

Editor: Zainul Lutfi