Pojokkiri.com

Cicilan Murah Bikin Tergiur, ACC Ingatkan Warga Kediri: Jangan Asal Ambil Kredit!

KEDIRI, pojokkiri.com — Tawaran cicilan murah dan proses kredit yang serba mudah bisa menjadi godaan. Namun di balik angka angsuran yang terlihat ringan, ada kewajiban finansial jangka panjang yang tak boleh diabaikan.

Pesan itu mengemuka dalam media gathering Astra Credit Companies (ACC) bersama wartawan di Resto Kayu Manis, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (15/9/2026).

ACC menilai literasi masyarakat terhadap pembiayaan konsumen masih menjadi pekerjaan penting. Sebab, keputusan mengambil kredit tidak cukup hanya melihat besarnya cicilan per bulan.

Regional Retail Business Head ACC Jawa Timur, Eka Gunawan, mengatakan media massa memiliki posisi strategis untuk membantu masyarakat memahami pembiayaan secara lebih utuh. Menurutnya, masyarakat kerap tergiur dengan cicilan murah dan syarat mudah, tetapi lupa menghitung kemampuan finansial serta risiko yang mungkin muncul selama masa kredit.

“Melalui edukasi dan penyampaian informasi yang kredibel, ACC ingin mendorong masyarakat memahami pembiayaan secara menyeluruh serta memanfaatkannya sesuai kebutuhan dan kemampuan,” ujar Eka.

Dalam sesi bertajuk “Kenal Lebih Dekat dengan Perusahaan Pembiayaan”, Assistant Vice President Legal Business ACC, Mochamad Jeihansyach, membeberkan proses pengajuan kredit hingga mekanisme penyelesaian ketika nasabah menghadapi kendala pembayaran.

Ia mengingatkan calon nasabah agar tidak mengambil keputusan secara terburu-buru. Akad bukan sekadar formalitas. Ada hak dan kewajiban yang mengikat setelah pembiayaan disepakati.

“Calon nasabah sebaiknya jangan tergesa-gesa. Cermati dulu akadnya, pahami hak dan kewajibannya, serta pastikan lembaganya terdaftar resmi,” terang Mochamad.

Menurutnya, persoalan pembayaran juga tidak seharusnya langsung berujung pada konflik. Nasabah yang mengalami kesulitan disarankan segera berkomunikasi dengan perusahaan.

“Jika nanti di tengah jalan ada kendala pembayaran, segera komunikasikan dengan kami. Selalu ada solusi transparan yang bisa didiskusikan tanpa harus saling merugikan,” katanya.

Branch Manager ACC Kediri, Jepri Naldi, menegaskan kehadiran ACC di Kediri tidak semata-mata mengejar penyaluran pembiayaan. Perusahaan, kata dia, ingin memastikan masyarakat memperoleh pemahaman yang benar sebelum mengambil keputusan finansial.

“Kehadiran ACC di Kediri bukan hanya soal menyalurkan pembiayaan, tapi juga memastikan masyarakat terlindungi lewat literasi yang benar,” tegas Jepri.

Ia menyebut ACC ingin membangun posisi sebagai mitra finansial yang aman dan solutif bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Pesan ACC pun sederhana: jangan hanya bertanya, “Berapa cicilannya?”

Sebelum menandatangani akad, masyarakat juga harus bertanya: mampukah membayar sampai lunas, apa kewajibannya, apa risikonya, dan siapa yang bertanggung jawab ketika masalah muncul?

Sebab, kredit memang bisa menjadi jalan untuk memenuhi kebutuhan. Tetapi tanpa perhitungan matang, cicilan yang terlihat ringan hari ini bisa berubah menjadi beban panjang di kemudian hari. (ade/wan)