Pojokkiri.com

Pasar Sekaran Kian Sepi, Pedagang Nostalgia Masa Jaya di Tahun 2000-an

 

Salah satu lorong Pasar Sekaran Lamongan, sekitar pukul 07.40 WIB yang masih sepi pengunjung.(Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Suasana sepi menyelimuti Pasar Tradisional Sekaran, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan. Hingga pukul 07.40 WIB, hanya belasan lapak dari puluhan pedagang yang tampak buka.

Kondisi ini membuat pasar yang dulunya ramai kini ibarat “pasar ilang kumandange,” pepatah Jawa yang berarti pasar kehilangan keramaian dan suaranya.

Salah satu pedagang mengaku, menurunnya aktivitas jual beli di pasar tradisional dipengaruhi oleh tren belanja online yang semakin digemari masyarakat.

“Sepinya pasar efek dari menjamurnya belanja online, jadi banyak pembeli yang sekarang memilih belanja lewat ponsel,” ujarnya.

Ia juga mengenang masa kejayaan Pasar Sekaran di era tahun 2000-an, ketika setiap hari pasar selalu ramai pembeli.

“Dulu pasar ini ramai sekali, terutama hari-hari biasa pun penuh. Sekarang paling lumayan kalau hari Minggu, selebihnya sepi,” tambahnya.

Pantauan Pojok Kiri di lokasi, tampak beberapa lapak justru dijual oleh pemiliknya, terlihat dari tulisan “Dijual” yang ditempel di rolling door toko.

Kondisi ini menjadi potret nyata bagaimana perubahan perilaku belanja masyarakat turut memengaruhi keberlangsungan pasar tradisional, yang kini semakin kehilangan gaungnya.(lut)