
Lamongan, Pojokkiri.com-Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) DPC Lamongan terus berkomitmen nyata dalam memperjuangkan kesejahteraan, legalitas, dan keselamatan para anggotanya di lapangan. Langkah ini ditegaskan dalam agenda audiensi bersama jajaran kepolisian yang berlangsung di Ruang Rupatama Polres Lamongan, Jumat (28/8/2026).
Saat diwawancarai oleh wartawan Pojok Kiri, Ketua PDOI DPC Lamongan, Wahyu Kusdianto, memaparkan sejumlah poin krusial yang menjadi aspirasi utama para pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Kabupaten Lamongan.
Wahyu mengungkapkan bahwa roda pergerakan PDOI Lamongan saat ini sedang berfokus penuh pada dua tantangan mendasar yang dihadapi para driver.
Jaminan Sosial: Mendorong kepemilikan BPJS (Ketenagakerjaan dan Kesehatan) yang merata demi proteksi kerja para pengemudi.
Kepastian Lokasi Penjemputan (Pick Up Point): Memperjelas regulasi zona penjemputan penumpang. Isu ini dinilai sangat krusial karena di lapangan, para driver online masih kerap bergesekan dan berbenturan dengan ojek pangkalan (opang) atau ojek lokal.
Selain urusan kesejahteraan dan zona hijau penjemputan, Wahyu—yang juga aktif sebagai driver Gojek ini—memanfaatkan momentum pertemuan dengan pihak kepolisian untuk mengajukan dispensasi serta kemudahan administratif bagi para anggotanya.
“Kita berharap dipermudah dalam hal surat-menyurat kendaraan, baik pembuatan atau perpanjangan SIM dan STNK di Polres Lamongan. Selain itu, jika suatu hari ada anggota kami yang mengalami kecelakaan lalu lintas (laka), kami mohon diberikan kemudahan dalam proses pengambilan unit kendaraan bermotornya,” ujar Wahyu Kusdianto kepada Pojok Kiri.
Wadah Solid Lintas Aplikator
PDOI DPC Lamongan sendiri merupakan wadah resmi yang mengayomi para pengemudi dari berbagai aplikator besar di Indonesia, mulai dari Grab, Gojek, Shopee, hingga Maxim. Perhimpunan ini tercatat sudah berdiri sejak empat tahun lalu, tepatnya pada tahun 2022.
Hingga saat ini, organisasi tersebut telah bergerak solid dengan merangkul total 523 anggota yang tersebar di tingkat kelurahan.
Dalam sesi wawancara tersebut, Wahyu tidak sendirian. Ia didampingi langsung oleh perwakilan anggota dari lintas aplikator sebagai simbol kuatnya rasa solidaritas dan keseriusan dalam mengawal perjuangan bersama demi nasib para pekerja jalanan di Lamongan.(lut)
Editor: Zainul Lutfi

