Pojokkiri.com

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Rangkah Kidul Capai 70 Persen, Ditarget Rampung Akhir Januari 2026

Kepala Desa Rangkah Kidul, Warlheiyono

Sidoarjo Pojokkiri.com – Pembangunan Koperasi Merah Putih di lahan desa Rangkah Kidul, Kecamatan Sidoarjo Kota, terus menunjukkan progres positif. Mulai dikerjakan akhir november 2025, proyek ini telah mencapai sekitar tujuh puluh persen dan ditargetkan selesai seratus persen pada akhir Januari mendatang.

Koperasi ini digagas sebagai pusat ekonomi desa yang diharapkan mampu memperkuat kemandirian masyarakat serta membuka ruang partisipasi dalam kegiatan usaha produktif. Pemerintah desa menilai pembangunan koperasi menjadi langkah strategis agar perputaran ekonomi desa tidak selalu bergantung pada sektor eksternal.

Kepala Desa Rangkah Kidul, Warlheiyono, menjelaskan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih bukan hanya sekadar fasilitas fisik, melainkan bagian dari upaya serius desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan sektor ekonomi lokal.

Menurutnya, pembangunan ini juga merupakan respons terhadap kebutuhan warga atas wadah ekonomi yang lebih terstruktur, transparan, dan bermanfaat jangka panjang.

Dalam penjelasannya, Warlheiyono mengatakan bahwa pihak desa telah menyiapkan seribu meter persegi lahan untuk pembangunan tersebut. Ia menegaskan bahwa komposisi lahan juga direncanakan secara matang agar fasilitas koperasi dapat berfungsi secara optimal.

“Seribu meter lahan sudah kami siapkan untuk pembangunan koperasi. Dari total itu, sekitar enam ratus meter akan digunakan untuk bangunan gedung, sedangkan empat ratus meter sisanya disiapkan sebagai area parkir,” ujar Warlheiyono, pada Selasa (13/01/2026).

Meski pembangunannya telah mencapai progres signifikan, proses ini tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Beberapa warga sempat menyampaikan keberatan mengenai pemanfaatan lahan, terutama terkait penentuan lokasi.

Namun penolakan tersebut dapat diredam melalui musyawarah dan dialog terbuka dengan melibatkan berbagai unsur lingkungan desa mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga perwakilan warga yang terdampak. Pemerintah desa menilai langkah ini menjadi kunci agar pembangunan berjalan dengan aman dan tetap berpijak pada asas partisipatif.

Melihat progres pekerjaan yang telah mencapai tujuh puluh persen, pemerintah desa optimistis pembangunan Koperasi Merah Putih dapat dituntaskan tepat waktu pada akhir Januari 2026. Setelah beroperasi, koperasi ini diharapkan memberi dampak nyata bagi warga, terutama dalam hal penyediaan ruang usaha, distribusi barang kebutuhan, maupun penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Pemerintah desa juga membuka ruang diskusi bagi warga agar pengelolaan koperasi dapat berjalan transparan dan akuntabel, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga bagian dari sistem usaha desa.

Kehadiran koperasi ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam perjalanan kemandirian ekonomi desa Rangkah Kidul dan dapat menjadi model bagi desa lain di wilayah Sidoarjo (sul)