
Lamongan, Pojok Kiri.com- Mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Unisla Lamongan melakukan aksi demo di kantor Pemerintah Kabupaten Lamongan. Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemerintah terkait maraknya praktik pungutan liar (Pungli) di Lembaga Pendidikan Kabupaten Lamongan.
“Kami masih menemukan dan mendapatkan laporan wali murid tentang adanya dugaan pungli di sejumlah sekolah. Hal ini dinilai cukup memberatkan para wali murid,” ujar Ketua Kordinator lapangan unjuk rasa, Ismail, Selasa (10/12/2024) siang.
Lebih lanjut Ismail mengatakan pungutan liar di lembaga pendidikan di Kabupaten Lamongan sangat terstruktur dan masif. Untuk itu, jelas Ismail, mahasiswa menuntut agar Lembaga Pendidikan di Kabupaten Lamongan segera membenahi dan menghentikan semua praktek pungli yang dilakukan oleh hampir seluruh sekolah.
“Harus ada pembenahan dan Pemkab serta Diknas harus menghentikan semua praktek pungli ini,” tandasnya.
Sementara itu, hingga aksi demonstrasi tersebut berlangsung, Bupati Lamongan Yurohnur Efendi tidak menemui massa.
Salah satu perwakilan dari Pemkab Lamongan, yaitu Chusnul Yuli, Sekretaris Diknas Lamongan mengatakan bahwa bapak Bupati tidak ada di ruangan kerja. Sebab, yang bersangkutan sedang memiliki agenda kerja di lapangan.
Selanjutnya, setelah mengucapkan tuntutannya, massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Unisla Lamongan itu melanjutkan aksinya ke Kantor DPRD Lamongan dengan berjalan kaki dengan pengawalan ketat aparat kepolisian Polres Lamongan.(lut)

