
Tulungagung, Pojok Kiri
Penyakit TBC (Tuberkulosis) yang juga dikenal dengan TB seringkali dikenal sebagai penyakit yang menyerang paru-paru saja yang diakibatkan kuman Mycobacterium tuberculosis. TBC akan menimbulkan gejala berupa batuk yang ditularkan melalui bakteri melalui saluran udara.
TBC biasanya menyerang paru-paru, namun bisa juga menyebar ke tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, jantung, dan organ lainnya.
Berdasar temuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, dari 922 kasus yang ditangani pada tahun 2019 ini sekitar 90 persen lebih TBC yang menyerang berupa TB Paru-paru.
“TB dari Januari hingga Oktober tahun ini ada temuan 922 kasus, dari jumlah insiden seitar 2104 kasus, kita punya kekurangan 1000 lebih kasus yang belum tertangani,” jelas Kasi Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Tulungagung, Didik Eka.
Dalam menangani kasus tersebut, pihaknya telah menanggulanginya dengan berbagai upaya termasuk sosialisasi langsung kepada masyarakat.
“Kita selama ini memberikan sosialisasi kepada msyarakat hingga investigasi kotak, melalui cara itu kita investigasi siapa sumbernya,” paparnya.
Dari total kejadian, kejadian TBC paru-paru masih mendominasi.
“Kalau yang ekstra paru sekitar 10 persen, seperti yang menyerang tulang, kelenjar getah bening, dan memang entri poin paru-paru dari dulu,” jelasnya.
Dari berbagai jenis penyakit TB, pihak Dinkes menjelaskan jika proses penanganan kasusnya sama bermula dari konseling, investigasi lokasi, dan penanganan secara medis.(yon/lf)

