Pojokkiri.com

Teknik Sipil ITS bersama dengan CV Surya Sarana Sentosa, Gelar Pelatihan Intensif SMK3, Dorong Budaya Keselamatan Kerja Bagi Kontraktor Konstruksi di Surabaya

Surabaya, Oktober 2025 –

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menyelenggarakan pelatihan intensif yang fokus pada peningkatan standar keselamatan kerja di sektor konstruksi. Bertajuk “Pelatihan Sistem Manajemen Kesehatan, Keselamatan Kerja (SMK3) Bagi Penyedia Jasa Konstruksi Kualifikasi Kecil di Surabaya,” kegiatan ini bertujuan untuk membekali para kontraktor kecil dengan pengetahuan dan keterampilan esensial dalam implementasi SMK3 bagi para penyedia jasa konstruksi kualifikasi kecil di wilayah Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari Skema Abmas Tematik Dana Unit Tahun Anggaran 2025, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan memitigasi risiko tinggi di sektor konstruksi.

Sistem Manajemen Kesehatan, Keselamatan Kerja (SMK3) merupakan aspek krusial dalam setiap proyek konstruksi. Namun, implementasinya seringkali menjadi tantangan, terutama bagi penyedia jasa konstruksi kualifikasi kecil. Keterbatasan sumber daya untuk menyelenggarakan pelatihan internal dan belum memiliki prosedur standar K3 yang memadaiserta minimnya pemahaman mendalam tentang regulasi dan praktik terbaik SMK3 dapat berujung pada tingginya risiko kecelakaan kerja.

Kerugian akibat kecelakaan kerja tidak hanya mencakup biaya langsung seperti pengobatan dan kompensasi, tetapi juga biaya tidak langsung seperti terhentinya operasional proyek, penurunan produktivitas, hingga memburuknya reputasi perusahaan. Rendahnya kesadaran dan kapasitas K3 ini menjadi fokus utama intervensi yang dilakukan oleh tim ITS.

Ketua tim Abmas, Ir. I Putu Artama Wiguna, MT, Ph.D., menekankan bahwa pelatihan ini hadir sebagai solusi nyata. “Kami melihat adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan implementasi SMK3 di kalangan kontraktor kecil di Surabaya. Mereka adalah pilar penting dalam pembangunan infrastruktur kota, dan keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Pendekatan Aplikatif dan Partisipatif Program pengabdian yang diketuai oleh Ir. I Putu Artama Wiguna, MT, Ph.D., bersama tim dosen dari Departemen Teknik Sipil ITS, dirancang secara khusus agar praktis, aplikatif, dan mudah dipahami oleh pelaku konstruksi di tingkat akar rumput. Pelatihan ini menggunakan pendekatan Problem-based learning yang menitikberatkan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan K3, serta pendampingan dalam implementasi SMK3 yang berkelanjutan.Pelaksanaan kegiatan ini mencakup serangkaian sesi pelatihan yang komprehensif.

Materi pelatihan yang disampaikan mencakup aspek-aspek kunci SMK3, mulai dari regulasi dasar, identifikasi bahaya, penilaian risiko, hingga penyusunan prosedur operasi standar (SOP) K3 yang sederhana namun efektif untuk skala proyek kecil. Pendekatan yang digunakan berfokus pada praktik dan aplikasi langsung yang mudah diterapkan di lapangan.

Dampak dan Keberlanjutan Program Melalui program ini, para kontraktor kecil dan usaha pendukungnya diharapkan mampu menurunkan tingkat kecelakaan kerja di proyek-proyek yang ditangani oleh kontraktor kecil peserta pelatihan, meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengendalikan risiko K3, serta mampu mengimplementasikan SMK3 yang efektif sesuai dengan skala usaha mereka.

Secara keseluruhan, kegiatan ini berdampak positif dalam menurunkan potensi risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di proyek-proyek yang dikelola kontraktor kecil, mendorong terciptanya budaya K3 yang positif di kalangan pekerja konstruksi, meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan.

Pelatihan ini sepenuhnya didanai oleh Departemen Teknik Sipil,Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas pendanaan melalui Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Tematik dengan Nomor Kontrak Pengabdi 2542/PKS/ITS/2025, tanggal 26 Juni 2025 Tahun Pendanaan 2025.

Program ini sejalan dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Poin 3 (Good Health and Well-being) dan Poin 8 (Decent Work and Economic Growth), yang menegaskan komitmen ITS dalam penguatan masyarakat berbasis keterampilan praktis demi pembangunan sektor konstruksi yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab. Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata peran perguruan tinggi dalam menjembatani kebutuhan ilmu pengetahuan dan aplikasinya untuk kesejahteraan masyarakat.