
Lamongan, Pojokkiri.com- Aksi pencurian dengan pemberatan (curat) terjadi di dalam Ruko Ababil Trade Center, Dusun Sempu, Desa Kebet, Kecamatan/Kabupaten Lamongan pada Jumat (24/07/2026) siang [14.00 WIB]. Dua pelaku yang belum diketahui identitasnya (dalam lidik) tertangkap tangan oleh korban dan sempat dihakimi massa sebelum akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian.
Kejadian bermula saat korban, Gembong Satria Sakti (39), seorang karyawan swasta asal Dusun Kebet, hendak berangkat ke lokasi proyek bersama sopir truknya, Bambang Suprapto (57). Saat melintas di depan Ruko Ababil Trade Center, mereka menaruh curiga melihat dua orang asing berada di dalam ruko sambil memikul dua karung berisi potongan besi.
Gembong kemudian turun dan menginterogasi kedua pelaku. Kepada korban, pelaku berdalih nekat mengambil besi untuk dijual karena tidak diberi upah oleh mandor mereka yang bernama Udin.

Merasa ada yang janggal karena tidak ada mandor bernama Udin di proyek tersebut, korban langsung meminta Bambang untuk memanggil pekerja dari bengkel las terdekat guna mengepung pelaku.
Kedua pelaku berhasil ditangkap di lokasi kejadian. Namun, situasi sempat memanas ketika warga sekitar yang melihat peristiwa tersebut tersulut emosi dan mulai menghakimi kedua pelaku di depan ruko. Beruntung, situasi dapat dikendalikan dan kedua pelaku segera diserahkan ke Mapolres Lamongan bersama barang bukti berupa potongan besi. Akibat kejadian ini, korban ditaksir mengalami kerugian materiil sebesar Rp 1.000.000.
Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Lamongan, Iptu M. Yusuf Efendi, saat dikonfirmasi oleh jurnalis Harian Pagi Pojok Kiri membenarkan adanya penyerahan pelaku pencurian tersebut.
“Kedua pelaku sudah kami amankan di Mapolres Lamongan. Dengan Pasal pencurian dan pemberatan,” tegas Iptu Yusuf saat memberikan keterangan via sambungan telepon seluler kepada wartawan Koran Harian Pagi Pojok Kiri. Saat ini kasus tersebut sedang ditangani lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Lamongan dengan persangkaan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.(lut)
Editor: Zainul Lutfi

