
Lamongan, Pojokkiri.com-Kasus penganiayaan berat terjadi di wilayah hukum Polsek Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Perselisihan akibat dugaan cinta segitiga yang rumit layaknya alur drama berujung pada aksi penusukan yang mengakibatkan seorang pemuda bersimbah darah.
Korban diketahui berinisial WM (25), warga Desa Tanjungmekar, Kecamatan Kalitengah. Ia menjadi sasaran kemarahan HNA (22), warga Kembangbahu, setelah konflik asmara di antara mereka memuncak di depan rumah korban.
Awal Mula Konflik: Hubungan Rumit dan Pengakuan Kehamilan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan ini berakar dari hubungan asmara seorang perempuan sebut saja Anjali (20, nama samaran), warga Dusun Mengai, Desa Sukorejo, Kecamatan Karangbinangun. Anjali diketahui pernah menjalin hubungan kasih dengan WM yang merupakan cinta pertamanya.
Di tengah perjalanan, Anjali kemudian menjalin hubungan baru dengan HNA selama enam bulan hingga keduanya memutuskan untuk bertunangan. Namun, situasi berubah pelik ketika Anjali mengaku telah mengandung selama dua bulan dan menyebut bahwa janin yang dikandungnya adalah anak dari WM (mantan kekasih atau pacar pertamanya).
Situasi semakin memanas setelah HNA mengetahui bahwa cincin pertunangan yang pernah ia berikan kepada Anjali justru dibawa atau dikuasai oleh WM.
Cekcok Mulut dan Detik-Detik Penusukan
Merasa kecewa dan dikhianati, HNA mendatangi rumah korban (WM) dengan mengendarai mobil Toyota Avanza warna silver bernomor polisi L 1924 EL. Dalam kedatangannya, HNA tidak sendirian, melainkan didampingi oleh ayah kandungnya serta calon mertuanya. Tujuan awal rombongan tersebut adalah untuk meminta kembali cincin pertunangan milik HNA.
Nahas, sesampainya di depan rumah korban, pertemuan tersebut langsung memicu ketegangan. Cekcok mulut yang sengit terjadi antara HNA dan WM. Di tengah adu mulut, HNA mempertanyakan status anak di dalam kandungan Anjali. Tanpa tedeng aling-aling, WM langsung mengakui secara terang-terangan bahwa janin tersebut adalah benihnya.
Pengakuan spontan itu menyulut puncak amarah HNA. Pelaku diduga langsung mengambil benda tajam ke bagian perut WM. Korban seketika bersimbah darah dan tersungkur tak berdaya di lokasi kejadian.
Penanganan Medis dan Proses Hukum
Melihat korban ambruk, warga di sekitar lokasi langsung bergegas memberikan pertolongan pertama. WM segera dilarikan ke Puskesmas Kalitengah, sebelum akhirnya harus dirujuk ke Rumah Sakit Intan Medika Karangbinangun untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif akibat luka tusuk yang dideritanya.
Warga setempat juga langsung melaporkan insiden berdarah ini ke Polsek Kalitengah. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan bersama Unit Reskrim Polsek Kalitengah langsung bergerak melakukan penyelidikan.
Pada hari yang sama sekitar pukul 19.00 WIB, petugas kepolisian berhasil mengamankan pelaku HNA di sebuah rumah sakit di wilayah Lamongan. Berdasarkan interogasi awal, pelaku telah mengakui perbuatannya. Saat ini, pelaku beserta barang bukti berupa satu unit mobil Avanza, hasil visum et repertum, dan sarung pisau telah diamankan di Mapolres Lamongan untuk proses hukum lebih lanjut. Pelaku terancam dijerat pasal penganiayaan sesuai hukum yang berlaku.(lut)
Editor: Zainul Lutfi

