Pojokkiri.com

Rawan Jadi Korban Peristiwa Jalanan, Dewanti Rumpoko: Saatnya Driver Ojol Punya Asuransi Jiwa

Surabaya, Pojokkiri.com.-
Musibah kematian driver Ojol di Jakarta akibat dilindas kendaraan rantis milik Brimob menjadi perhatian semua pihak. Pasca peristiwa tersebut, muncul usulan agar driver ojol saatnya diberikan perlindungan jiwa berupa asuransi oleh perusahaan tempatnya bekerja.

“Belajar dari peristiwa di Jakarta dan peristiwa lainnya yang menimpa driver ojol, tentunya ke depan perlu ada sebuah perlindungan jiwa bagi para driver ojol. Saya mendorong hal ini dilberlakukan bagi driver ojol di Jawa Timur, ” ujar anggota komisi D DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko, Senin (1/9/2025).

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan diakui olehnya para driver ojol sudah mendapat perlindungan diri dari BPJS tenaga kerja, namun masih minim yang terdaftar di institusi tersebut.

“Saya mendapat informasi kalau belum merata mendapatkan perlindungan diri dari BPJS tenaga kerja. Kedepan tentunya perlu merata karena mereka ini riskan sekali menjadi korban jiwa,”jelas mantan walikota Batu ini.

Sekitar 1,7 juta orang pengemudi ojek online (driver ojol) tidak punya asuransi dan menghadapi risiko menanggung biaya tinggi karena kecelakaan kerja.Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan ada sekitar 2 juta driver ojol saat ini. Hanya sebagian kecil yang sudah menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.

“Pengemudi yang ada di luar yang terlindungi baru 250 ribu. Artinya, 1,7 juta tidak terlindungi,” ujar Anggoro beberapa waktu lalu.

Sekedar diketahui,sebanyak dua pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban akibat dilindas kendaraan taktis atau rantis milik Brimob Polda Metro Jaya pada Kamis, 28 Agustus 2025. Dari peristiwa itu, satu orang terkonfirmasi meninggal dunia di Rumah Sakit Nasional Dr Cipto Mangunkusumo. Sedangkan satu lagi mengalami patah kaki dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Pelni Jakarta Barat.

Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia Lily Pujiati menyebut korban yang tewas itu bernama Affan Kurniawan. Sementara satu korban yang selamat dari insiden ini adalah Moh Umar Amarudin. “Korban meninggal dunia di RSCM. Korban patah kaki di RS Pelni,” kata Lily kemarin.(wan)