
Koleksi baju bekas berkualitas di distro baju bekas Jalan Kinameng, Lamongan. (Foto Zainul Lutfi)
Lamongan, Pojok Kiri.com- Baju bekas itu tersusun rapi memakai gantungan di sebuah sudut kota. Silih berganti orang datang memasuki ruangan berukuran besar.
Baju Kapal. Demikian nama baju bekas impor itu biasa disebut di Kota Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Itulah nama pakaian bekas impor yang berasal dari dua negara, Malaysia dan Singapura.
Kepada Pojok Kiri, Pak Yanto penjual baju bekas impor mengaku sudah lama ia mengeluti usaha tersebut. “Sudah lima tahun bang, saya jualan baju import. Ini barang berasal dari Malaysia dan Singapura,” tutur Pak Yanto, saat dijumpai di Jalan Kinameng Nomor 5 Lamongan, Minggu (11/12).
Pak Yanto menuturkan, harga jual baju bekas di tempatnya bervariasi. Selain baju Import, Yanto menjual sepreri bekas impor asal Malaysia dan Singapura.
“Seprei, baju, topi ini berasal dari Malaysia dan Singapura. Sudah lima tahun. Harga murah. Banyak yang beli,” ujar Yanto.
Dia enggan menyebut berapa omzet per bulanya, sebab, dia mempunyai bos lainnya. Sementara ia hanya menjual barang bekas impor saja. ”Tidak enak bang saya nyebutnya. Ada bos besar lagi soalnya. Nanti marah.
Yanto menyebut, harga baju bekas berkisar Rp 30 ribu-Rp 55 ribu. Untuk seprei dijual dengan harga Rp 75 ribu.”Itu yang laku.”
Rohman (22) salah seorang pembeli baju import bekas mengaku, jika di tempat baju bekas milik Pak Yanto kualitasnya bagus. “Di sini pakaian berkualitas bagus. Harganya murah. Merknya bagus-bagus. Dibandingkan pakaian baru di Mal atau butik,” kata Rohman.
Rohman tidak setuju jika pemerintah melarang bekas impor dilarang masuk ke Indonesia. “Saya tidak setuju jika dilarang pemerintah baju bekas impor ini. Karena baju bekas ini kan untuk kalangan menengah ke bawah,” keluhnya.
Setiap membeli baju Bekas import ini, lanjut Rohman, punya cara khusus untuk menghilangkan bakteri atau penyakit. Caranya adalah merendam pakaian bekas impor dengan air panas selama satu jam lamanya.
“Saya biasa bersihkan dulu. Dicuci. Setelah dicuci direndam pakai air panas satu jam. Setelah itu saya cuci lagi deterjen. Dan selama ini gak ada masalah saya pakai baju lelong. Tak pernah saya sakit pakai baju bekas impor. Malah gaya,” jelasnya.(lut)

