
Bangkalan, Pojok Kiri
Memasuki hari kedua pelaksanaan, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026 di Kabupaten Bangkalan menunjukkan progres signifikan. Meski baru dimulai, sejumlah sasaran non-fisik di Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, dilaporkan telah tuntas 100 persen, Kamis (23/4/2026).
Capaian kilat ini mencakup berbagai program bantuan langsung yang menyasar kesejahteraan masyarakat, mulai dari distribusi bibit padi varietas Ciherang, bantuan itik Dhabung, hingga penyaluran produk peternakan melalui program Gemarampai. Selain itu, layanan screening kesehatan dan pengobatan gratis juga langsung diserbu warga, dari kalangan anak-anak hingga lansia.
Komandan Kodim 0829/Bangkalan, Letkol Inf. Nanang Fahrur Rozi, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas sinergi lintas sektoral yang membuat program non-fisik ini terlaksana dengan cepat.
“Kami bersyukur pada tahap awal ini sasaran non-fisik sudah dapat dituntaskan 100 persen. Ini adalah indikator positif yang menunjukkan sinergi kuat antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat. Sentuhan nyata ini memang kami prioritaskan agar manfaatnya langsung dirasakan oleh warga sejak hari pertama,” ujar Letkol Inf. Nanang.

Akselerasi Pembangunan Fisik
Beriringan dengan tuntasnya sasaran non-fisik, pengerjaan infrastruktur juga terus dipacu. Suara mesin molen dan derap gotong royong TNI-Polri bersama warga mulai mengubah wajah Desa Galis Dajah dan sekitarnya.
Beberapa progres fisik yang tengah berjalan antara lain:
Rehabilitasi SDN Durin Barat: Saat ini mencapai progres 30 persen.
Infrastruktur Sanitasi: Pembangunan MCK dan tandon air mulai memasuki tahap awal pengerjaan.
Akses Jalan: Persiapan pengerjaan rabat jalan untuk mempermudah mobilitas warga.
Kehadiran ratusan personel gabungan tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga membangkitkan semangat kemanunggalan. Berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh aktivitas berjalan lancar dalam situasi yang aman dan kondusif, meskipun cuaca sempat mendung.
Bagi masyarakat Galis Dajah, kehadiran TMMD ke-128 ini menjadi oase pembangunan. Program ini membuktikan bahwa TMMD bukan sekadar proyek fisik, melainkan gerakan sosial untuk mengakselerasi kesejahteraan di wilayah pelosok melalui perhatian dan kepedulian yang nyata.

