Pojokkiri.com

Guncang Panggung Rekor MURI Festival Tumpeng Nasi Krawu, Jurnalis KWGe Tampilkan Teater Bangkit Dari Kematian

Gresik, pojokkiri.com

Teater Komunitas Wartawan Grissee (KWGe) bakal menghibur para pengunjung dan mengguncang panggung Festival Tumpeng Nasi Krawu di Wisata Edukasi Gresik Universal Science (GUS) Balongpanggang, Kabupaten Gresik pada Minggu (28/6/2026) pukul 10.00 WIB. Panggung pertunjukan bertajuk ‘Bangkit dari Kematian’ itu akan diperankan tiga jurnalis sebagai aktor.

Adapun tema ‘Bangkit dari Kematian’ sendiri memiliki makna yang cenderung membawa pesan moral, yakni Kematian bukanlah akhir, melainkan pengingat bahwa waktu manusia terbatas. Pesan utamanya adalah mendorong untuk hidup penuh makna, mengajarkan agar tidak menyia-nyiakan waktu, fokus pada kebaikan, dan selalu mempersiapkan bekal menuju kehidupan yang akan datang.

Waktu Sangat Terbatas: Kematian adalah kepastian yang tidak mengenal usia. Pesan ini mengingatkan kita untuk tidak menunda perbuatan baik dan terus memperbaiki diri. Harta Tidak Dibawa: Saat ajal menjemput, semua hal duniawi akan ditinggalkan. Ini mengajarkan kita untuk lebih menghargai hubungan antarmanusia dan pencapaian spiritual daripada sekadar materialisme.

Warisan Kebaikan: Ketika seseorang meninggal, kenangan tentang kebaikan merekalah yang akan terus hidup. Hal ini memotivasi kita untuk meninggalkan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Penyadar Kesombongan: Kesadaran akan kematian meruntuhkan sifat egois, kesombongan, dan cinta dunia berlebihan. Persiapan Menuju Kekekalan: Kematian adalah jembatan menuju fase kehidupan selanjutnya. Pesan ini menekankan pentingnya keyakinan dan amal ibadah sebagai bekal.

Ketua Komunitas Wartawan Grissee (KWGe) Miftahul Arif mengatakan, panggung teater bertajuk ‘Bangkit dari Kematian’ sengaja digelar dalam puncak Festival Tumpeng Nasi Krawu untuk menghibur para pengunjung yang hadir.

“Ada tiga aktor yang akan tampil ialah Didik Telisik Hati (BN News), Moch Sugeng (Metro Pantura) dan Dyo Cahyono (Pojok Kiri), semuanya adalah anggota KWGe yang selama ini sudah sangat piawai menampilkan peran dalam panggung teater. Kami hadirkan panggung teater ini ini secara khusus untuk menghibur para pengunjung dan tamu undangan yang hadir dalam Festival Tumpeng Nasi Krawu,” kata Miftah, Sabtu (19/6/2026).

Menurut Miftah, panggung teater bukan sekadar memainkan peran. Melainkan belajar mendalami dan mengenali emosi, bekerja sama, disiplin, dan yang terpenting, berani tampil di depan banyak orang. Proses menuju panggung pun tidak mudah, karena membutuhkan skill dan persiapan yang matang.

“Tentu nantinya teater ini akan jadi pertunjukan yang spektakuler,” terangnya.

Selain panggung teater, lanjut Miftah, Festival Tumpeng Nasi Krawu yang dihelat selama dua hari pada Sabtu-Minggu (27-28/6/2026) akan diisi oleh serangkaian acara, mulai lomba mewarnai, tenan UMKM, hingga berbagai pelayanan masyarakat, seperti administrasi kependudukan dan lain-lain.

“Banyak acara dan hiburan serta layanan yang ada di Festival Tumpeng Nasi Krawu. Bahkan nanti juga ada penobatan Festival Tumpeng Nasi Krawu yang setiap tahun digelar Komunitas Wartawan Grissee setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) sebagai rekor MURI,” pungkasnya. (Dyo)