
Mojokerto, Pojok Kiri.
Pemkot Mojokerto menggelar Gebyar puncak peringatan Hari Anak Nasional 2023 di halaman belakang GOR dan Seni Majapahit, Jl. Gajah Mada, Kota Mojokerto, Selasa (15/7) pagi. Kegiatan yang di-ikuti ribuan anak anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan TK se Kota Mojokerto ini dihadiri langsung Walikota, Ika Puspitasari.
Acara diawali dengan penampilan berbagai atraksi tari dan menyanyi dari perwakilan anak-anak PAUD dan TK. Kemudian beberapa anak, yang tergabung dalam Forum Anak Mojokerto menyampaikan suara anak Kota Mojokerto, yang berisikan sikap, himbauan, saran dan permintaan kepada Pemkot Mojokerto terkait dengan hak mereka.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam sambutannya, mengatakan jika ada 2 hal rujukan dalam pembangunan kehidupan anak. ” Kita punya tanggung jawab mewujudkan indonesia generasi emas di tahun 2045, dan Indonesia layak anak di tahun 2030, oleh karena itu mari kuatkan sinergi dan kolaborasi kita untuk membuat program bersama, sehingga tujuan tersebut dapat tercapai, ” jelas Ning Ita, panggilan akrab Walikota Mojokerto ini.
Menurut Ning Ita, dalam mendidik anak-anak di Kota Mojokerto, bukan hanya tugas Pemkot saja tapi juga tanggung jawab bersama. Oleh karena itu Walikota mengajak untuk menguatkan kolaborasi program bersama yang terukur.
Dalam kesempatan ini, Walikota, Ning Ita seolah memberi hadiah bagi anak-anak di kota yang dipimpinnya. Karena 2 hari lalu, dirinya menerima penghargaan kota layak untuk Kota Mojokerto, dengan katagori Nindya dari Menteri PPPA RI. ” Ini buah konmitmen yang terorganisir dengan baik. Ada peran semua pihak disana, ” urainya.
Oleh karena, lanjut Ning Ita ada sisa waktu 7 tahun ke depan, Indonesia harus menjadi layak Anak. Setelah penghargaan Kota Layak Anak katagori Nindya, selanjutnya ke katagori utama. ” Maka dari itu masih 2 anak tangga lagi yang harus ditempuh untuk menjadikan ke tujuan nasional, yakni Indonesia layak anak, ” sambung Walikota
Guna meraih tujuan itu, Walikota menegaskan kita butuh konmitmen. Tapi pihaknya optimis, kota Mojokerto bisa wujudkan kota layak anak sebelum tahun 2030. Untuk meraihnya, kini Pemkot sudah memberikan berbagai hak anak. Dari mulai bidang kesehatan.
Pendidikan dengan program gratisnya, perlindungan keselamatan anak, berupa angkot gratis, serta layanan terhubung 24 jam dengan instansi terkait, bila perlu melaporkan ada kekerasan terhadap anak. Walikota juga mengapresiasi konmitmen, dan sinergi bersama sama terkait stunting, yang hasil penurunannya terukur dengan baik.
” Selama ini, kami bersinergi dengan Kemenag untuk memberi bekal pengetahuan yang cukup, termasuk disaat mereka sudah menjadi pasutri dan yang tengah hamil, ” kata Ning Ita. Perlunya membekali pengetahuan tentang stunting ini kepada para pengantin agar generasi yang terlahir jangan kena bayi stunting.
” Itu sebabnya saat ibu hamil, kita beri mereka bantuan susu, permakan nutrisi yang cukup, suplemen, saya juga sempat bertemu dengan para orang tua itu, kita berikan bantuan permakanan via pos agar tepat sasaran, ” jelas Walikota.
Bantuan makanan berupa, ayam dan telur dan bagi keluarga yang memiliki bayi stunting, Pemkot juga membedah rumah mereka. ” Dari berbagai upaya ini, saya yakin dalam 2 tahun kedepan Kota Mojokerto akan berhasil new zero stunting, ” tegasnya optimis.
Acara yang dihadiri Forkopimda ini, juga di-ikuti para Bunda PAUD dan Guru TK se Kota Mojokerto. Para Bunda PAUD juga terlihat mengenakan pakaian adat. Acara juga diwwarnai penyerahan piala lomba peringatan Hari Anak Nasional.
Kegiatan kemarin juga dimeriahkan berbagai stan pameran, yang menampilkan seni kerajinan dari anak-anak PAUD dan TK. Gebyar puncak peringatan Hari Anak Nasional ini diakhiri dengan pelepasan balon oleh Walikota Ning Ita bersama puluhan anak-anak. (tri)

