Pojokkiri.com

Bocah 9 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo Laren Usai Main Bola, Pencarian Masih Berlangsung

 

Kapolsek Laren AKP Witono Hariadi (pegang ponsel) saat menanyai saksi yang merupakan rekan korban.(Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

Lamongan, Pojokkiri.com-Peristiwa memilukan terjadi di Dusun Ketintang, Desa Laren, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun, Azam Faiz Artanabil, dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo pada Jumat sore (03/04/2026).

Kapolsek Laren, AKP Witono Hariadi, S.H., mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan laporan, peristiwa bermula sekira pukul 15.00 WIB saat korban berpamitan kepada ibunya untuk bermain sepak bola bersama teman-temannya di Lapangan Centong, Desa Laren.

“Selesai bermain bola, korban bersama rekan-rekannya menuju pinggir sungai yang berjarak sekitar 50 meter dari lapangan untuk mandi. Diduga karena tidak bisa berenang, korban langsung tenggelam begitu masuk ke air,” ujar AKP Witono saat dikonfirmasi Wartawan Harian Pagi Pojok Kiri, Jumat malam.

Dua rekan korban, Samil (12) dan Abdullah Azam Alfath (12), sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun, derasnya arus Bengawan Solo dan kedalaman sungai membuat upaya mereka sia-sia. Teriakan minta tolong para saksi juga tidak terdengar warga karena lokasi kejadian yang cukup jauh dari pemukiman.

Masyarakat sekitar yang kemudian mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pencarian secara manual. Petugas dari Polsek Laren, Satpol Air, dan BPBD Lamongan juga telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan koordinasi.

Hingga berita ini diturunkan, korban yang saat kejadian memakai kaos merah dan celana pendek hitam tersebut belum ditemukan.

“Pencarian manual bersama warga dihentikan sementara karena kondisi malam yang gelap dan akan dilanjutkan kembali besok pagi dengan melibatkan tim ahli,” tambah Kapolsek.

Petugas gabungan saat melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo turut tanah Dusun Ketintang, Kecamatan Laren.(Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan keberatan untuk dilakukan otopsi. Meski demikian, petugas kepolisian tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini.

Kapolsek mengimbau kepada para orang tua di sekitar aliran sungai untuk lebih waspada dan mengawasi aktivitas anak-anak guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(lut)

 

Editor: Zainul Lutfi

Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri