
Pamekasan, pojokkiri.com
Senyum bahagia terpancar dari wajah Ibu Si’ah (53) saat memandangi rumahnya yang perlahan mulai berdiri. Setelah bertahun-tahun menanti, impian perempuan asal Dusun Morsoksok, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, itu kini semakin mendekati kenyataan.
Pembangunan rumah layak huni melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0826/Pamekasan tersebut telah mencapai 30 persen. Bentuk bangunan mulai terlihat, menghadirkan harapan baru bagi Ibu Si’ah.
Raut wajahnya tampak semringah ketika media ini menghampirinya, Selasa (20/10/2026). Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung botol plastik itu tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.
”Sekelangkung Bapak Klebun (Kepala Desa) Jarin, Bapak TNI Kodim Pamekasan. Rumah saya sudah mulai jadi,” kata Ibu Si’ah dengan wajah bahagia.
Di lokasi yang sama, Kepala Desa Jarin, H. Muh Zuhri, yang akrab disapa H. Muzakki, mengatakan sebanyak 10 rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi sasaran pembangunan dalam program TMMD ke-130 Pamekasan.
”Alhamdulillah, masuknya TMMD di desa kami sangat membantu. Ada 10 warga penerima manfaat yang memang benar-benar membutuhkan rumah layak huni,” ujar Muzakki.
Menurut dia, dua rumah di antaranya berada di Dusun Morsoksok, masing-masing milik Ibu Si’ah dan Bapak Jufri. Hingga Selasa, pembangunan rumah Ibu Si’ah telah mencapai 30 persen, sementara rumah Jufri sudah menyentuh 50 persen.
Muzakki menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah dan TNI terhadap kondisi tempat tinggal warganya.
”Kami dari pemerintah desa berterima kasih kepada Bapak Dandim 0826/Pamekasan dan Bapak Bupati Pamekasan atas bantuan melalui program TMMD ke-130 ini,” katanya.
Bagi Ibu Si’ah, pembangunan rumah tersebut bukan sekadar mengganti bangunan lama dengan yang baru. Setiap bata yang tersusun menjadi penanda bahwa harapan yang selama ini tertunda perlahan menemukan jalannya.
Melalui TMMD ke-130, semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat tidak hanya menghadirkan rumah yang lebih layak, tetapi juga mengembalikan harapan keluarga kurang mampu untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. (*)

