Pojokkiri.com

Ibad Kembali Pimpin KNPI Kediri: Aktivis Tak Cukup Banyak Bicara, Harus Punya Bisnis

KEDIRI, pojokkiri.com — Munjidul Ibad kembali dipercaya memimpin DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Kediri untuk tiga tahun ke depan. Pria yang akrab disapa Bung Ibad itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XIII KNPI Kota Kediri di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kediri, Minggu (4/10/2026).

Periode kedua Ibad membawa pesan yang berbeda. Ia ingin menggeser wajah aktivisme pemuda: dari sekadar pandai berbicara menuju pemuda yang mampu menciptakan usaha dan mandiri secara ekonomi.

Gagasan itu dikemas dalam program Activistpreneur. “Alhamdulillah, saya kembali diberi kepercayaan oleh teman-teman untuk memimpin KNPI Kota Kediri. Amanah ini tentu akan kami jalankan sebaik mungkin,” kata Ibad.

Ibad ingin KNPI menjadi ruang yang tidak hanya melahirkan aktivis dengan kemampuan berargumentasi, tetapi juga pemuda yang memiliki keterampilan ekonomi.

Melalui Activistpreneur, KNPI akan memberikan pelatihan praktis mulai dari digital marketing, branding, hingga pengemasan produk. Peserta tidak hanya diberi teori, tetapi akan didampingi sampai usaha yang dirintis benar-benar berjalan.

“Kami ingin membekali para pemuda dengan ilmu bisnis. Kalau dulu aktivis dikenal banyak bicara, sekarang kita dorong untuk banyak bertindak,” ujarnya.

Bagi Ibad, modal bukan satu-satunya persoalan. Pengetahuan dan kemampuan mengelola usaha harus lebih dahulu dibangun. Setelah itu, akses permodalan dapat dicari melalui perbankan maupun jalur lainnya. “Yang penting kita dampingi sampai mereka bisa mandiri,” katanya.

Program tersebut sekaligus menjadi pertaruhan baru KNPI: apakah organisasi pemuda mampu mengubah energi aktivisme menjadi kekuatan ekonomi? Agenda perubahan tidak hanya menyasar program eksternal. Ibad juga akan membenahi struktur internal KNPI Kota Kediri.

Menurut dia, jumlah pengurus pada periode sebelumnya terlalu banyak sehingga kerja organisasi kurang efektif. Periode mendatang akan diisi lebih selektif dengan menempatkan orang-orang yang benar-benar aktif dan memiliki komitmen.

Dengan demikian, struktur organisasi tidak sekadar gemuk secara jumlah, tetapi harus bergerak secara nyata. Jabatan tidak cukup menjadi nama dalam struktur. Pengurus harus bekerja.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mendukung agenda kemandirian ekonomi yang dibawa KNPI. Ia berharap anak-anak muda Kota Kediri semakin berani menciptakan peluang usaha dengan memanfaatkan keterampilan dan kreativitas yang mereka miliki.

“Mandiri itu bukan berarti jalan sendiri-sendiri, tapi bagaimana anak muda punya keterampilan, keberanian, dan kreatif dalam memanfaatkan peluang yang ada,” ujar Vinanda.

Kembalinya Ibad ke pucuk pimpinan KNPI Kota Kediri kini menghadirkan agenda yang lebih besar daripada sekadar pergantian kepemimpinan. Tiga tahun ke depan akan menjadi ruang pembuktian apakah Activistpreneur mampu mengubah aktivisme menjadi kemandirian ekonomi.

Sebab pesan yang dibawa Ibad cukup jelas: aktivis tidak cukup hanya lantang berbicara tentang perubahan. Mereka juga harus berani menciptakan perubahan—termasuk melalui usaha yang mereka bangun sendiri. (ade/wan)