Teks Foto; Jasad Nursalim kesetrum jebakan tikus buatanya sendiri. Mayat Korban tergeletak dekat persemaian padi sawahnya di Desa Gempol Pading, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, kemarin pagi. (lut)
Lamongan, Pojok Kiri – Jebakan tikus beraliran listrik kembali menewaskan petani di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kali ini, warga Desa Gempol Pading RT 05 RW 03, Kecamatan Pucuk, Nursalim (59) ditemukan tak bernyawa di sawahnya, Sabtu pagi (12/11/2022).
Sebelumnya, pria asal Desa Gempol Pading RT 05 itu pamit pergi ke ladang persawahan malam hari sekitar pukul 23.00 WIB. Namun sampai berjam-jam tak kunjung pulang. Kemudian, keesokan harinya keluarga mencari ke lokasi.
Betapa terkejut mereka mendapati korban tewas dalam kondisi terlentang. Kakinya berada di pematang sawah sedangkan kepala dan bahu terjerembab di areal tanam. Dengan posisi punggug menindih kabel beraliran listrik.
“Saat dicari ke sawah, sudah ditemukan meninggal kesetrum jebakan tikus di sawahnya sendiri, ditemukan sekitar pukul 05.00 WIB, ” papar Nur, Kamdi salah satu warga.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah duka. Tak lama berselang tim Polsek Pucuk terjun ke lokasi melakukan olah TKP. Kapolsek Pucuk, AKP Suwandi membenarkan insiden petani tewas kesetrum jebakan tikus di Gepol Pading tersebut. “Benar. Almarhum sudah dievakuasi ke rumah duka. Saat ini kami masih melakukan pendataan,” jelasnya.
AKP Suwandi menyampaikan, sebenarnya pihak Polsek bersama Kecamatan dan Koramil sudah sering menyosialisasikan larangan dan bahaya penggunaan setrum jebakan tikus. Sosialisasi tak hanya lewat grup Whatsapp RT dan RW, namun juga sosialisasi langsung serta pemasangan papan imbauan di titik strategis.
Namun kadang petani tak kuasa untuk meninggalkan setrum dengan alasan serangan tikus sudah terlalu parah. Menurut mereka di situasi serangan tikus parah, hanya setrum jebakan tikus yang kini bisa diharapkan untuk memberantas hama pengerat itu. “Petani menyampaikan kadang kalau dibiarkan ya memang nggak bisa makan. Karena serangan tikus sudah sangat parah,” tandasnya.(lut)

