
Situbondo,pojokkiri.com
H.Ahmad Basori Sonhaji, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Situbondo periode 2014-2019 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Mengajak masyarakat di Kota Santri untuk hadir di acara Haul Masyayikh se-Nusantara Ittisholana pada tanggal 19 Juli 2026 di Alun-Alun Situbondo.
Pasalnya, acara tersebut merupakan kegiatan penting yang salah satunya untuk mendoakan keselamatan bangsa dan negara.
” Ikut menghimbau kepada masyarakat untuk ikut hadir bersama-sama baik di titik jemaah selawat nariyah, atau yang belum karena ini permohonan untuk keselamatan bangsa dan negara. Ini kesempatan yang baik untuk masyarakat Situbondo, dan ini belum tentu terjadi dalam tahun-tahun berikutnya, “ujarnya, Sabtu (12/7/2026).
Dia, berharap kepada jemaah yang nantinya hadir dalam acara tersebut untuk mengikuti arahan dari panitia penyelenggara. Seperti menggunakan pakaian putih, tidak membawa atribut apapun dan menjaga kebersihan.
“Ikuti ketentuan yang telah dibuat oleh panitia, untuk berpakain putih, tidak membawa atribut apapun, membawa sangu atau makanan dan minuman yang cukup untuk diri dan kelompoknya, membawa alas duduk dan menjaga kebersihan, membawa kresek sehingga setelah kegiatan selesai semuanya sudah bersih, ” terangnya.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, membenarkan adanya kegiatan religi tersebut. Sebagai ketua panitia Haul Masyayikh se-Nusantara Ittihad Sholawat Nariyah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut akan dihadiri ratusan ribu jemaah dari berbagai daerah se- Indonesia. Selain untuk mendoakan keselamatan bangsa dan negara, acara ini juga untuk menjadi ajang silaturahmi para ulama dan santri.
“Kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri ratusan ribu jemaah dari berbagai daerah se-Indonesia. Kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang silaturahmi para ulama dan santri , tapi juga momentum untuk mendoakan keselamatan bangsa dan memperkuat hubungan spiritual antara masyarakat dengan para masyayikh yang telah berjasa dalam perjalan sejarah Indonesia, ” kata Bupati Rio.
Sementara itu, Bupati Rio menyampaikan bahwa anggaran untuk kegiatan ini tidak meggunakan anggaran dari Pemkab. Namun, anggaranya didapat dari semangat gotong royong dan sumbangan dari jemaah dan para kiai.
“Kalau ada masyarakat yang ingin menyumbang tentu dipersilahkan. Karena kegiatan ini dibangun dengan semangat gotong royong, para kiai menyumbang, jemaah menyumbang, dan semuanya ikut berpartisipasi melalui rekening Ittisholana. Haul ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga memperkuat identitas Situbondo sebagai tradisi daerah yang dikenal dengan tradisi pesantren dan kehidupan keagamaan yang kuat, ” pungkasnya. (Inul)

