Pojokkiri.com

Marak Curanmor, Satreskrim Polres Lamongan Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Kanit 1 Pidum Satreskrim Polres Lamongan, Iptu Sunandar, S.H, M.H.(Foto; Zainul Lutfi/Pojok Kiri.com)

 

Lamongan, Pojok Kiri.com- Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lamongan AKP Cristian Ciko Kosasih, S.I.K yang di konfirmasi melalui Kanit 1 Pidum Satreskrim Polres Lamongan, Iptu Sunandar, S.H, M.H mengimbau warga agar selalu waspada saat memarkirkan kendaraan. Pasalnya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lagi marak terjadi di Kota Soto Lamongan.

Sunandar nyebut, pada 23 Mei hingga 3 Juni pihaknya telah menerima 5 aduan warga terkait kehilangan roda empat dan 1 aduan kehilangan roda empat sudah kita ketemukan.

Kanit 1 Pidum dengan pangkat dua balok di pundaknya ini menjelaskan bahwa dari hasil interogasi penyidik, para pelaku kerap kali melancarkan aksinya di malam hari.

Sasarannya adalah kendaraan yang terparkir di depan indekos, atau tempat-tempat lainnya yang luput perhatian pemilik, apalagi tidak memiliki pagar pembatas.

“Sasaran kendaraan yang sering diincar ini terutama mobil Picup Mitsubishi L300. Walaupun sudah kunci setir tapi kalau terparkir depan rumah tanpa pagar atau luput perhatian, pasti punya potensi dibawa kabur sama maling,” ujarnya saat ditemui Koran ini, Kamis (8/6/2023).

Meskipun para korban telah mengunci setir leher mobil para pelaku punya cara tersendiri sehingga sangat mudah menggasak kendaraan korban.

Olehnya itu, Sunandar menitip pesan kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Lamongan, apabila ingin memarkirkan kendaraan, sebaiknya tambahkan kunci pengaman dan bila perlu masukan kendaraan di tempat yang benar-benar aman.

“Imbauan kami ke masyarakat, tolong bantu kami juga agar amankan kendaraan masing-masing. Kalau posisi motor diparkir di luar tanpa pagar, tambahkan kunci pengaman lainnya supaya tidak mudah dibawa maling,” tambahnya.

Sunandar menegaskan, sebagai aparat penegak hukum pihaknya akan terus menindaklanjuti setiap aduan yang mengaku kehilangan kendaraan. Kendati demikian, sinergitas masing-masing warga sangat dibutuhkan agar peristiwa serupa tidak terulang lagi.

“Intinya mencegah itu lebih baik dari pada mengobati,” pungkasnya.(lut)