Pojokkiri.com

Perebutan Warisan Berujung Maut Pria 72 Tahun Bacok Adik dan Keponakan Hingga Tewas

Pelaku saat dihadirkan dalam pres rilis di Mapolsek Sukomanunggal Surabaya (Samsul)

Surabaya Pojokkiri.comTragedi kelam menyelimuti kawasan Jalan Putat Indah Timur I, Sukomanunggal, Surabaya, ketika konflik warisan berubah menjadi aksi pembacokan sadis. Pelaku, AAS (72), tega menghabisi nyawa adik kandungnya, SH, dan keponakannya, CKT, dalam insiden brutal pada Kamis (14/11/2024) malam lalu.

Kapolsek Sukomanunggal, Kompol
Zainur Rofiq, mengungkapkan bahwa
insiden ini dipicu oleh rasa sakit hati
pelaku terhadap ejekan korban SH yang
kerap menghina AAS sebagai
“pengangguran” dan “penyakitan”. SH
bahkan melarang pelaku tinggal di
rumah peninggalan orang tua mereka,
yang diklaim sudah menjadi milik SH.

“Tidak tahan dengan kata-kata itu,
pelaku merasa terhina dan menyimpan
dendam mendalam. Saat hendak
dilakukan mediasi keluarga, pelaku
sudah merencanakan aksinya dengan
menyiapkan pisau dapur yang disimpan
di dalam tas,” ujar Kompol Zainur Rofiq,
Sabtu (16/11/2024).

Saat SH tiba di rumah untuk mediasi,
AAS mengambil pisau yang
disembunyikan di balik jaketnya. Tanpa
peringatan, ia langsung menyerang SH
dengan membacok lehernya. CKT, yang
berusaha melindungi ibunya, ikut
menjadi sasaran amarah AAS dan
mengalami pembacokan berkali-kali
hingga tak berdaya.

Setelah kejadian, kedua korban sempat
dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga
dan Rumah Sakit Mayapada. Namun,
nyawa mereka tidak dapat diselamatkan.

Rencana Pembunuhan yang Matang
Polisi menemukan fakta bahwa insiden
ini telah direncanakan oleh pelaku. Pisau
dapur yang digunakan masih berlumuran
darah, bersama barang bukti lain berupa
tas dan jaket, telah diamankan oleh
Polsek Sukomanunggal.

“Pelaku dijerat pasal berlapis, yaitu
Pasal 340 tentang pembunuhan
berencana dan Pasal 338 tentang
pembunuhan, dengan ancaman hukuman
seumur hidup,” tegas Kompol Zainur.

Kejadian ini mengguncang warga
setempat dan menjadi peringatan pahit
akan bahaya konflik keluarga yang tidak
terselesaikan. Polisi mengimbau
masyarakat untuk mencari jalan damai
dalam menghadapi permasalahan,
terutama yang melibatkan hubungan
darah (Sam).