Pojokkiri.com

Prabowo Akan Bangun Lapas Koruptor di Pulau Terpencil, Agus Cahyono: Maksimalkan Saja Nusakambangan

Surabaya, Pojokkiri.com.-

Keinginan presiden Prabowo untuk membuat penjara bagi koruptor di pulau terpencil layak dikaji ulang. Pasalnya, akan membutuhkan biaya besar untuk realisasinya.

“Katanya sekarang ini ada efisiensi anggaran, tentunya perlu berhemat juga dalam membuat gebrakan,” ungkap Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Agus Cahyono saat dikonfirmasi, Selasa 8 April 2025.

Politisi PKS ini mengatakan, dirinya berharap untuk lebih memaksimalkan lapas di Nusakambangan untuk dimanfaatkan dalam memberikan sanksi hukum bagi para koruptor. “Posisi Nusakambangan itu sudah pas sekali. Jadi lebih baik dimaksimalkan untuk para koruptor juga,” jelas mantan wakil ketua DPRD Trenggalek ini.

Agus menambahkan, dengan membangun penjara baru dipulau terpencil dengan dikelilingi oleh hiu bukan solusi untuk memberikan efek jera bagi pelaku korupsi. “Maksimalkan penjara yang ada dan sistem pengamanan. Kasus narapidana bebas keluar bukan faktor penjaranya tapi lebih pada oknum pengelola penjara,” tuturnya.

Presiden Prabowo Subianto berencana membangun penjara di pulau terpencil bagi koruptor, supaya bisa memberi efek jera.

Hal ini ia sampaikan, saat memberikan sambutan pada pengumuman perubahan kebijakan penyaluran tunjangan guru ASN daerah, di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta beberapa waktu lalu. Saat itu ia bicara mengenai pengentasan korupsi di Indonesia.

“Saya nanti juga akan sisihkan dana untuk bikin penjara yang sangat kokoh, di tempat terpencil, supaya mereka gak bisa keluar malam hari. Kita cari pulau jadi kalau mereka mau keluar biar ketemu hiu,” kata Prabowo beberapa hari lalu.

Seperti diketahui, Indonesia memang membutuhkan penjara baru karena tingkat keterisian yang sudah melebihi kapasitas. Menurut Keterangan di laman Sekretariat Kabinet Indonesia, Jumlah Lapas dan Rumah Tahanan (Rutan) di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Pada tahun 2023, terdapat sekitar 526 Lapas dan Rutan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah kapasitas sebanyak 140.424 orang. Jumlah ini meningkat dari tahun 2019 yang hanya sekitar 492 Lapas dan Rutan dengan jumlah kapasitas sebanyak 130.446 orang.

Adapun jumlah penghuni Lapas dan Rutan saat ini adalah sebesar 265.897 orang, sehingga masih mengalami overcapacity sebesar 89,35%.(wan)

Berita Terkait

Wujudkan Program Kesehatan, Perlu Sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah

Reni Astuti Sosialisasikan Beasiswa Pemuda Tangguh

sukoto pojokkiri.com

PKS Susul Gerindra dan Nasdem, Aba Idi & Ra Mahfud Optimis Menang Pilkada Sampang